Daerah

Optimalkan Kegiatan Santri, Pesantren Al-Muhibbin Bahrul Ulum Bentuk OSIR

NU Online  ·  Sabtu, 4 Agustus 2018 | 02:00 WIB

Jombang, NU Online 
Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang punya cara khusus mengontrol kegiatan para santrinya dengan pembentukan Organisasi Santri Intra Ribath (OSIR). Fungsinya hampir sama dengan peran OSIS di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Ketua Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Achmad Fauzi Darmawan pembentukan OSIR dilakukan pada tahun 2016. Diawal berdirinya OSIR bertugas mengontrol kegiatan rutinan dan ekstra ribath. Pengurus OSIR dipilih sendiri oleh santri secara demokrasi. 

"Di Pesantren ini kan banyak kegiatan seperti bahtsul masail, bahtsul kutub, qiraah, pelatihan pidato atau khitabah, manaqib dan diba'iyah. Juga ada seni hadrah ISHARI dan olahraga wushu. Dengan jumlah santri yang begitu banyak maka kesulitan mengontrol bila digabung semua. Maka kita pecah menjadi empat bagian dan setiap kompleks ada satu OSIR. Ini lebih efektif karena mudah ngontrolnya," katanya, Kamis (2/8) malam.

Pria murah senyum ini menambahkan, OSIR juga bertujuan melatih para santri untuk belajar organisasi dan membuat kegiatan sendiri. Dengan begini, ia berharap para santri berkembang bakatnya dan ketika kembali ke masyarakat tidak menjadi pribadi yang mudah bergaul.

Selain kegiatan keagamaan, OSIR juga punya kegiatan olahraga rutinan antarkamar antara lain sepak bola, voi dan takraw. Layaknya sebuah badan olahraga profesional, OSIR juga membuat klasemen pertandingan, ada wasit, juga ada kartu kuning dan marah. Dan pastinya juga ada piala dan bonus hadiah.

"Dari pengurus kita berharap santri selain memperdalam keilmuan agama juga memperdalam keorganisasian. Biar ketika pulang mereka bisa jadi pengurus Nahdlatul Ulama dan kegiatan lainnya. Kita mendukung penuh dan siap menfasilitasi seluruh kegiatan ekstra," ujar Fauzi.

Fauzi menjelaskan peran pengurus dalam kegiatan OSIR ini sebagai pembina atau pengawas saja. Sistem yang berlaku di Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum setiap kamar ada satu pembina yang membimbing santri. Para pembina ini juga bertugas membantu setiap kegiatan OSIR layaknya pembina OSIS.

Setiap kali kegiatan OSIR berlangsung para pembina ini diwajibkan hadir dan berada di belakang santri. Dan terkadang masuk ke kamar-kamar santri untuk meminta santri segera hadir pada setiap kegiatan. Para pembina ini setiap bulan diberikan uang saku oleh pengasuh KH Muhammad Idris Jamaluddin sebagai ucapan terimakasih.

"Garis instruktur OSIR berada di bawah pengurus departemen syiar dan dakwah yang dalam beberapa tahun ini dijabat oleh Ustadz Fadlan Murtadlo. Setiap bulan OSIR laporan ke departemen ini sebagai bahan evaluasi," beber Fauzi.

Berkat kegiatan yang tertata rapi ini, Fauzi mengatakan banyak prestasi santri yang berhasil dibawa pulang. Baik tingkat regional Jombang maupun Jawa Timur. Perlombaan yang diikuti santri ini semua dibiayai pesantren dan bila menang hadiahnya milik santri tersebut. Pesantren hanya kebagian piala sebagai pemenang saja.

OSIR mengubah gaya hidup para santri yang biasanya menoton kini menjadi lebih hidup dan bergairah. Suasana pesantren juga bertambah ramai dan menarik masyarakat untuk menitipkan anaknya. Pesantren yang biasanya terkesan seram dan tertutup kini berubah jadi lokasi orang kreatif.

"Alhamdulilah dalam beberapa tahun ini prestasi santri bertambah banyak. Santri kita pernah memenangi lomba baca kitab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Juga pernah menang lomba kaligrafi, menulis cerpen dan kreasi nadzom. Tapi yang paling sering lomba banjari dan baca kitab," pungkas Fauzi. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang