PC IPNU-IPPNU Jember Ta'aruf di Makam Mbah Shiddiq
NU Online · Selasa, 5 Februari 2019 | 04:33 WIB
Jember, NU Online
Ta’aruf atau perkenalan kepengurusan jamaknya dilakukan di gedung, atau tempat-tempat yang representatif lainnya, tapi Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jember sedikit beda. Mereka memilih makam Kiai Muhammad Shiddiq (Mbah Shiddiq) sebagai lokasi ta’aruf bagi kepengurusan PC IPNU-IPPNU masa khidmah 2019-2020. Ta’aruf yang digelar di mushalla makam Mbah Shiddiq tersebut berlangsung Senin (4/2).
Menurut Ketua PC IPNU Jember, Ardi Wiranata, pemilihan makam Mbah Shiddiq sebagai lokasi ta’aruf untuk mengingatkan para pelajar NU tentang betapa besarnya jasa beliau dalam menyebarkan Islam di Kabupaten Jember.
“Pelajar dan generasi muda NU wajib tahu tentang sejarah Mbah Shiddiq. Beliau adalah salah satu perintis penyebaran Islam di Jember. Keturunannya juga menjadi ulama dan tokoh nasional seperti KH Ahamd Shiddiq, KH Mansur (pencipta shalawat badar) dan sebagainya,” tukasnya saat memberikan sambutan.
Mahasiswa Pascasarjana Politeknik Negei Jember itu menegaskan pentingnya pelajar NU untuk terus meneladani sosok Mbah Shiddiq dan keturunannya. Mbah Shiddiq, katanya, tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjalanan NU. Sebab, cukup banyak anak dan cucuk beliau yang menjadi sosok penting di NU, dan mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“NU bisa harum dan besar seperti sekarang, berkat perjuangan dan keikhalasan beliau-beliau,” jelasnya.
Harapan senada juga disampaikan Ketua PC IPPNU Jember, Aini Viki Mardiani. Menurutnya, apa yang diperjuangkan oleh Mbah Shiddiq dan anak-anaknya, hasilnya cukup membanggakan. Salah satunya adalah penerimaan asas tunggal oleh NU.
“Di situ ada peran yang cukup besar dari KH Ahmad Shiddiq selaku tokoh NU,” ungkapnya.
Dalam acara ta’aruf itu, juga dilakukan tahlilan dan khataman Al-Quran untuk Mbah Shiddiq dan kerabatnya yang dikubur di situ (Red: Aryudi AR)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
6
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
Terkini
Lihat Semua