PCNU Kabupaten Sukabumi Adakan MKNU Kedua untuk Perkuat Organiasasi dan Aswaja
NU Online · Ahad, 8 Desember 2019 | 07:00 WIB
Sofyan
Kontributor
Ketua Panitia MKNU Kabupaten Sukabumi Jalaludin mengatakan MKNU yang kedua adalah untuk penguatan organisasi dan pemahaman ideologi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dari mulai pengurus NU sendiri serta lembaga dan banomnya, dari tingkat cabang sampai ranting.
“Pertama, kegaiatan MKNU ini bertujuan untuk meneguhkan bahwa Ahlussunah wal Jamaah harus menjadi sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem ‘aqli (rasionalis) dan ekstrem naqli (skripturalis) yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah serta menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empiric (ijma dam qiyas),” ujarnya saat ditemui selepas acara di Aula Gedung Serbaguna PCNU Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/12) malam.
Kedua, lanjut Jalal, memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk membendung upaya-upaya yang saat ini ingin merongrong keutuhannya dan dari upaya-upaya yang melakukan pengingkaran terhadap prinsip-prinsip ukhuwah wathaniah (persaudaran nasional).
Ketiga, membangun gerakan kolektif yang diikat dengan ukhuwah atau solidaritas yang kuat (al-urwatul wutsqa) sebagai perekat gerakan yang dibangun atas dasar menguji kesamaan pandangan mengenai realitas dan apa yang harus dilakukan dan layak diperjuangkan bersama-sama akan pentingnya perjuangan.
Keempat, menyelaraskan fikrah, harakah, siyasah, dan ukhuwah untuk seluruh pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.
Kelima, membentuk kader NU yang kompeten dan berkarakter Aswaja sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia yang akan mengisi kepemimpinan PCNU, lembaga, banom, dan MWC.
Keenam,membentuk kader yang kompeten dan memenuhi syarat sebagai pengurus NU sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, keputusan Muktamar NU Jombang tahun 2015, serta Munas dan Konbes NU tahun 2017 di Nusa Tenggara Barat.
Kontributor: Sofyan Syarif
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua