Surabaya, NU Online
Para santri sudah mulai berdatangan dari liburan Idul Adha selama hampir sepekan. Kesempatan bertemu wali santri dimanfaatkan untuk melakukan silaturahim.
Hal tersebut seperti dilakukan Pondok Pesantren Nurul Huda, Surabaya, Ahad (26/8). Pengasuh pesantren, KH Abdurrahman Navis menyempatkan untuk menyampaikan sejumlah informasi dan mendengar keluhan dari para wali murid yang hadir.
Selain para santri kembali sebelum waktu Dhuhur, ada pertemuan wali santri dengan pengurus pondok. “Kegiatan dipimpin oleh pengasuh dan menjadi agenda pesantren agar orang tua dari santri bisa mengetahui kondisi pondok serta kegiatan anaknya,” kata Ustadzah Maryatul Qibtiyah.
Kepala Biro Kepesantrenan di Pesantren Nurul Huda tersebut mengemukakan bahwa sejumlah pesan disampaikan pengasuh. “Sedangkan detil kondisi dan kegiatan santri disampaikan pengurus,” jelasnya.
“Bertakwa, berilmu, dan berakhlakul karimah adalah pesan yang sering kami sampaikan kepada para santri,” kata Kiai Navis, sapaan akrab pengasuh. Karenanya, sejumlah aturan dan jadwal yang telah diatur pengurus kepada para santri dalam rangka mendukung pesan tersebut, lanjutnya.
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini juga mengemukakan sejumlah ikhtiar dilakukan demi mendukung niat tersebut. “Sehingga apabila di pertengahan jalan ada peraturan dan program yang sudah ditetapkan pondok, diharapkan seluruh wali santri untuk turut mendukung hal itu,” ungkapnya. Karena semua dalam rangka kedisiplinan serta pendidikan para santri, lanjutnya di hadapan para wali santri.
Pada kesempatan tersebut, Ustadzah Maryatul Qibtiyah menyampaikan pertemuan sebagai kegiatan penting. “Karena di forum seperti ini kita semua antar pengurus dengan wali santri dapat bertukar informasi baik dari kondisi pondok dan nantinya para wali santri bisa menyampaikan usulan membangun bagi pesantren,” ungkapnya.
Dengan adanya pertemuan, harapannya nanti pesantren bisa lebih maju serta wali santri dapat mengetahui kegiatan putra-putrinya. “Sehingga bisa mendukung peraturan dan program pondok, demi kemajuan anak,” tandasnya. (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)