Perjuangan Petani di Sidoarjo Sisihkan Hasil Panen Demi Berangkat Haji
NU Online Ā· Ahad, 7 Juni 2020 | 10:30 WIB
Arifin dan Sutinah harus rela menunda keberangkatan ke Tanah Suci lantaran Corona. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Moh Kholidun
Kontributor
Sidoarjo, NU Online
Petani di Sidoarjo, Jawa Timur ini harus menyisihkan hasil panen padi selama 6 tahun. Sedikit demi sedikit, selisih penghasilan ditabung untuk biaya berangkat ibadah haji. Namun, bayangan untuk berangkat akhirnya harus ditunda karena jadwal keberangkatan haji tahun ini gagal akibat pandemi Covid-19.Ā
Meski begitu, Arifin (63) dan istrinya Sutinah (63), warga Dusun Banar, Desa Pilang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo tetap bersabar. Keduanya Ā menanti kepastian keberangkatan ibadah ke Tanah Suci meski harus tahun depan.
Arifin dan Sutinah adalah dua dari ribuan calon jamaah haji asal Sidoarjo yang gagal berangkat pada tahun ini. Kabar pembatalan sepasang suami istri ini diterimaĀ dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) setempat pekan lalu.
Arifin sendiri mendaftar sebagai calon jamaah haji pada 2011 bersama istrinya. Untuk mendapatkan biaya ibadah haji, dia menyisihkan uang hasil panen yang diperoleh tiap tahun. Setelah menabung selama kurang lebih 6 tahun, uang tersebut digunakan untuk mendaftar haji bersama sang istri.
āSejak awal saya ingin sekali menunaikan ibadah haji bersama istri. Setelah mendaftar, akhirnya saya mulai menabung di rumah. Setiap panen, menyisihkan uang senilai 3-5 juta dalam setahun. Sehingga terkumpul Rp50 juta, kemudian dibayarkan ke bank untuk saya dan istri,ā kata Arifin kepada NU Online, Sabtu (6/6).
Sisa kekurangan biaya keberangkatan haji, dilunasinya saat menunggu keberangkatan. Akhirnya Arifin mendapat kepastian jadwal berangkat haji tahun ini, tentu saja bersama sang istri.Ā
Namun sayang, mimpi bisa menjalankan ibadah haji harus berakhir kecewa, karena pembatalan keberangkatan lantaran adanya pendemi Covid-19 yang sampai kini belum berakhir.
āPerasaan saya agak gelo. Namun karena tidak sendirian dan ini se-dunia, jadi kita kembalikan dengan rasa ikhlas dan legowo. Sembari sambil menunggu untuk mencari ilmu dan mengumpulkan uang lagi untuk bekal keberangkatan nantinya,ā ujarnya.
Meski kecewa, Arifin bersama istri tetap bersabar dan menerima keadaan, dan akan mengisi waktu menunggu keberangkatan berikutnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keduanya berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan dapat berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi untuk menyempurnakan rukun Islam tahun depan.
āMudah-mudahan tahun 2021 kita semua bisa berangkat menunaikan ibadah haji dengan keadaan sehat, aman dan nyaman. Sehingga dalam melaksanakan ibadah dapat terlaksana dengan tenang, sehat dan menjadi haji yang mabrur,ā pungkasnya.Ā
Kontributor: Moh Kholidun
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua