Pasuruan, NU Online
Kebutuhan akan kader IPPNU yang berkualitas memang sangat mendesak diperlukan dalam kompetisi global saat ini. Setidaknya itulah yang menjadi spirit utama bagi Pengurus Wilayah IPPNU Jatim dalam menggelar Lakut (Latihan Kader Utama) pada 8 September lalu di Pasuruan.
Lakut oleh PW.IPPNU ini nampaknya mendapat respon positif dari PC. IPPNU se Jawa Timur. “Terbukti, sebanyak 33 cabang mengirimkan kader terbaiknya untuk mengikuti pelatihan yang di design untuk calon-calon pemimpin IPPNU masa depan,” kata Dewi Winarti, ketua PW. IPPNU Jatim.
Dikatakannya, meski hanya berlangsung tiga hari, para peserta cukup banyak menyerap materi baru yang disuguhkan oleh para nara sumber dan fasilitator yang tidak diragukan kapabilitasnya baik di tingkat regional Jatim maupun di tingkat pusat.
Selain mendapat materi pokok ke-NU-an, aswaja dan ke IPPNU-an, peserta Lakut juga diasah ketrampilan dan pengetahuanya dengan materi-materi berbobot seperti leadership, strategic planning, Ansos (analisa sosial), networking dan lobiying.
Lebih dari itu, seminar-seminar bertemakan problem kekinian seperti gender, kesadaran politik, peluang dan tantangan pelajar di era global juga menjadi agenda yang mendapat antusiasme tersendiri dari para peserta.
Dewi mengatakan, pelatihan tidak akan berhenti begitu saja. Diharapkan adanya follow up yang jelas serta aplikasi nyata di masing-masing cabang peserta.
“Yang paling penting dari setiap pelatihan adalah tindak lanjutnya, sehingga obsesi untuk menjadikan kader IPPNU lebih berkualitas semakin dekat dengan kenyataan”, papar Dewi dengan optimis. (zaki)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
5
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
6
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
Terkini
Lihat Semua