Daerah

PWNU Banten Dorong Kemandirian Kader Lewat Penguatan UMKM

NU Online  ·  Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:31 WIB

PWNU Banten Dorong Kemandirian Kader Lewat Penguatan UMKM

Ketua PWNU Banten, Kiai Hafis Gunawan saat menerima kunjungan GP Ansor Kabupaten Tangerang, Kamis (26/3/2026) malam,

Tangerang, NU Online
​​​​​Kemandirian ekonomi kader menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran organisasi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Salah satu jalan strategis yang dinilai efektif untuk mewujudkannya adalah melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang tidak hanya mendorong kemandirian individu kader, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperluas dampak ekonomi di tingkat akar rumput.

 

Ketua PWNU Banten, Kiai Hafis Gunawan menegaskan hal itu saat menerima kunjungan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Miftahul Khaer 1, Curug, Sukabakti, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/3/2026) malam,


Kiai Hafiz menekankan pentingnya langkah konkret kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


"Pembinaan dan pendampingan UMKM harus menjadi fokus utama agar usaha yang dibina kader mampu berkembang lebih mandiri, naik kelas, serta memiliki daya saing di tengah dinamika ekonomi saat ini," kata KIai Hafis diberitakan NU Online Banten.


Selain itu, Kiai Hafis juga menyoroti pentingnya perluasan akses pasar melalui kolaborasi yang lebih kuat antara kader, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat jaringan ekonomi berbasis kader.


Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, M Asdiansyah, menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

 

Ia menilai, mendorong tumbuhnya usaha produktif di kalangan kader dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Tangerang.


Lebih lanjut, Asdiansyah menjelaskan bahwa dari diskusi tersebut muncul gagasan penting mengenai kemandirian ekonomi kader sebagai kunci utama kekuatan organisasi.


"Kemandirian tersebut tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ungkapnya.

 

Ia berharap semangat kebersamaan dan komitmen yang terbangun dapat menjadi langkah awal menuju GP Ansor yang lebih mandiri, produktif, dan berdampak.

 

“Upaya ini juga diharapkan dapat memperkokoh peran Nahdlatul Ulama dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan,” pungkas Asdiansyah.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang