Rais PCNU Subang Dikukuhkan Menjadi Ketua MUI
NU Online · Kamis, 20 Desember 2012 | 12:49 WIB
Subang, NU Online
Sejak beberapa bulan yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang tidak mempunyai ketua umum karena selepas meninggalnya KH Sobari, jabatan ketua umum MUI Subang tetap kosong. <>
MUI Jawa Barat menerbitkan Surat Keputusan Nomor 235/SK/MUI-JB/XI/2012 tentang susunan pengurus antar waktu, jabatan ketua umum tersebut kini dipegang oleh KH Moh. Musa Muttaqin yang sebelumnya dalam kepengurusan MUI Subang menjabat sebagai Ketua I. Saat ini ia juga masih aktif sebagai Rais Syuriyah di jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang.
Legalitas Surat Keputusan dari MUI Jawa Barat tersebut kemudian dikukuhkan dalam sebuah kegiatan “Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang periode 2008-2013” pada Kamis (20/12).
Kegiatan yang dilaksanakan di Asrama Haji Kabupaten Subang tersebut disaksikan oleh ratusan hadirin yang terdiri dari para alim ulama, pejabat pemerintahan kabupaten Subang dan “Kiai Kampung”.
Dalam kegiatan yang bertema “Untuk Mengukuhkan Niat dan Komitmen Pengurus dalam Berkhimat serta Menjalin Silaturahmi dan Komunikasi dengan Masyarakat dan Pemerintah” tersebut, Kiai Musa memberikan sambutan dan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pengurus MUI Subang yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memegang dan melanjutkan jabatan ketua umum.
“Kepemimpinan saya di MUI hanya kurang lebih delapan bulan, maka harus memaksimalkan program-program yang sudah ada,” paparnya.
Diantara program tersebut adalah menjalin koordinasi dengan pemerintah dan organisasi-organisasi keagamaan, terbinanya konsolidasi internal pengurus sampai tingkat kecamatan dan yang terakhir adalah menunjang visi-misi Bupati Subang, Ojang Sohandi yaitu; Masyarakat Subang harus Hade Akhlak (baik akhlak), Encer Otak (cerdas), Kuat Taktak (kuat bahu/survive) dan Lega Leutak (tanah luas/kaya).
Selain itu, dalam memandang peran ulama pada umumnya, dan MUI pada khususnya Mantan Kepala Kemenag Subang tersebut mengatakan bahwa ulama harus mampu berperan menjadi pewaris para nabi, memberikan fatwa, membimbing dan melayani umat, penggerak islah dan tajdid, serta mampu menjalankan amar ma`ruf - nahi munkar.
Seolah tak mau kalah dengan semboyan Bupati Subang, Pengasuh Pesantren Yafata ini juga mempunyai semboyan Sunda yaitu; Ulama ulah rehe jeung jempe (Ulama jangan diam saja dan sunyi senyap), Umaro kudu hade gawe (Umaro harus kerja dengan baik dan benar), Nu beunghar kudu getol mere (Orang kaya harus rajin memberi/sedekah), nu fakir kudu rancage ulah ngarep-ngarep pamere (Orang miskin harus kreatif, jangan hanya berharap pemberian).
Diakhir sambutannya, Ketua MUI Subang yang baru ini kemudian menyampaikan pantun; Menanam bakau di simpang lima, menanam singkong di Sagalaherang, ulama dan umaro bersama-sama, bergotong royong membangun Subang.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Aiz Luthfi
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua