Saatnya Pesantren Lebih Perhatikan Lingkungan Sehat
NU Online · Selasa, 10 Maret 2020 | 12:15 WIB
A. Syamsul Arifin
Kontributor
Wabah virus corona covid-19 bukan lagi endemik. Akan tetapi sudah menuju pandemik yang persebarannya hampir masif ke sejumlah belahan dunia, termasuk Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan pemerintah, setidaknya ada 19 warga yang saat ini terjangkit virus membahayakan itu.
Merespons situasi ini, Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jombang, Jawa Timur, H AR Jauharuddin Alfatih mengatakan, situasi tersebut penting diperhatikan oleh pesantren. Ia mengimbau setiap pengelola pesantren NU untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
"Pantas sekali jika titik ini dijadikan momentum bagi kalangan pesantren, khususnya, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat, menuju healthy pesantren," katanya kepada NU Online, Selasa (10/3).
Menurut dia, pesantren sudah semestinya memperhatikan kebersihan. Mengingat keberadaan pesantren di republik ini cukup masif. Begitu juga dengan jumlah santrinya yang kian meningkat dari tahun ke tahun, seperti di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, dan tentu juga pesantren lainnya.
"Sebagaimana digelorakan PP RMI melalui Gerakan Ayo Mondok!-nya beberapa waktu lalu. Salah satu amanat gerakan tersebut adalah menciptakan lingkungan sehat dan bersih di pesantren," imbuhnya.
Kalau dulu pesantren masih dianggap kurang memperhatikan soal kebersihan, lanjut dia, saat ini sudah bukan zamannya. Pesantren harus mampu menciptakan lingkungan yang sehat dengan menjaga terkait kebersihan. Sehingga santri di pesantren tidak sekadar sehat secara rohani, namun juga jasmaninya.
“Dengan begitu, kiprah pesantren sebagai wadah yang dipercaya bisa membentuk generasi unggul benar-benar terwujud dengan baik. Dulu jamak dikenal pesantren agak kurang concern tehadap hal-hal terkait kebersihan lingkungan. Seiring waktu, kesadaran tersebut semakin tinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan, fenomena global yang mengiringi pandemi covid-19 saat ini jangan sampai memicu kepanikan berlebihan bagi pesantren. Para pemangku kepentingan di pesantren hanya perlu meningkatkan kewaspadaan. Tentu, disertai upaya konkret tanpa harus menciptakan sebuah kepanikan di lingkungan pesantrennya.
"Sepantasnya, menambah kesadaran stakeholder pesantren di lingkup NU, khususnya, untuk berjuang meningkatkan taraf kebersihan lingkungan dan kesehatan santri-santri mereka," pungkasnya.
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua