Siti Aisyah
Kontributor
Lampung Timur, NU Online
Doa anak yatim dan tangisannya tidak ada penghalang baginya untuk terkabul. Bahkan, dunia akan berguncang tanpa doa anak yatim.
Hal demikian disampaikan oleh tokoh NU, KH Imron dalam kultumnya di Masjid Al-Ishlah Dusun Tabukayu, Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (21/4) petang.
Menurut Kiai Imron, dunia ini akan hancur akan goncang tanpa doanya anak yatim dan dhuafa. Kehancuran tersebut bisa berupa zalzalah atau guncangan. Karena kita lupa dengan orang orang yang dhuafa, fakir, dan miskin.
Dalam acara Safari Ramadhan yang dihadiri juga oleh Bupati Lampung Timur, HM Dawam Rahardjo, Kiai Imron menyampaikan isi kandungan QS Al-Ma'un tentang orang orang yang membohongi agama.
Kiai Imron menyebutkan bahwa yang membohongi agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberikan makan terhadap fakir miskin. "Betapa tidak ada penghalang doa anak yatim dengan Allah," ungkap kiai Imron.
Sudah sepantasnya, lanjutnya, kita harus bersyukur dengan cara mempergunakan waktu dengan sebaik baiknya. Bersyukur bukan hanya mengucap "Hamdalah," tetapi dengan kita menjalankan dan menikmati puasa Ramadhan merupakan salah satu bentuk syukur kita terhadap Allah SWT.
Tak hanya itu, Kiai Imron juga mengatakan bahwa hakikat berpuasa selain ibadah Ubudiyah, tetapi dengan berpuasa akan merasakan lapar dahaga seperti yang dirasakan oleh fakir miskin.
Puasa merupakan hubungan kita dengan Allah dan dengan syariat Islam. Menyantuni anak yatim dhuafa merupakan salah satu hikmah puasa.
"Hikmah sosial dari berpuasa salah satunya yaitu merasakan lapar dahaga yang dirasakan oleh para fakir miskin," ungkapnya.
Dalam sambutan Bupati Lampung Timur, H M Dawam Raharjo menyebutkan bahwa acara ini merupakan acara rutin yang terselenggara setiap tahunnya. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara Safari Ramadhan yang berisikan santunan anak yatim dan penyerahan bantuan untuk mushala dan masjid.
"Seyogiyanya memang tidak ada safari karena masih dalam masa pandemi, namun tidak bisa ditinggalkan jika soal sosial kemanusiaan," ungkap dia.
Dalam santunan tersebut, sebanyak 50 anak yatim dan empat mushala dan masjid mendapatkan bantuan. Safari Ramadhan ini telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Hadir dalam acara tersebut Camat Waway Karya, Forkopimcam, Anggota DPRD Lampung Timur, Romo KH Imron, seluruh kepala desa Se kecamatan Waway Karya seluruh undangan dan anak anak yatim piatu.
Kontibutor: Siti Aisyah
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Niat Puasa Qadha bagi yang Batal atau Meninggalkannya di Bulan Ramadhan
2
8 Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada Hari Raya Idul Fitri
3
Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Latin dan Terjemahnya
4
Hukum Dahulukan Puasa Syawal Ketimbang Qadha Puasa Ramadhan
5
Meninjau Posko Mudik Banser di Bantul Yogyakarta, Ini Fasilitas dan Layanan untuk Pemudik
6
573 Posko Mudik Banser Siaga 24 Jam Amankan Perjalanan Pemudik ke Kampung Halaman
Terkini
Lihat Semua