Jepara, NU Online
Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Linfokom) Universitas Muria Kudus (UMK) bekerjasama dengan MA Mathalibul Huda Mlonggo Jepara, Selasa (6/5) mendapat perhatian khusus peserta untuk mencurahkan hambatan menulis.
<>
Seperti diuraikan Umi Farihah, peserta pelatihan asal madrasah yang bernaung di LP Maarif NU Jepara. Umi mempunyai kebiasaan menulis diary. Namun ia tidak percaya diri jika tulisannya dibaca orang lain. Problem lain dinyatakan Erni Apriliani, siswi SMK Az Zahra Mlonggo. “Bagaimana agar saat kita galau tulisan kita tetap menarik?” tanyanya sembari disambut tepuk tangan peserta.
Zamhuri, Manajer Yayasan Pembina UMK menyatakan, penulis harus percaya diri dengan karyanya. Jika tidak, akan mengalami stagnasi, mati ide. “Oleh karena itu penulis harus berlatih PD agar rasa groginya hilang,” paparnya.
Hal senada disampaikan Muhammadun Sanomae. Untuk menghilangkan rasa kurang percaya diri perlu dilatih. “Dikritik, dikomentari dan dihujat karya kita ndak apa-apa. Kita terima saja hal itu sebagai masukan untuk kebaikan karya kita selanjutnya,” jelasnya.
Kepala Biro Suara Muria itu menambahkan, berkaitan dengan galau, seorang penulis harus pandai memisahkan urusan pribadinya dengan profesinya. “Meski galau karya tidak boleh diikutkan galau,” tegasnya.
Hal itu disebutkan Muhammadun sama seperti penulis harus tetap menghargai narasumber walaupun idenya berbeda. “Penulis harus profesional dan proporsional,” imbuhnya.
Zamhuri, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus menambahkan jika mendapat ide agar langsung ditulis di diary maupun di handphone. Lalu, ditulis dalam belum gagasan.
“Kita mau buat apa ide itu? Gagasan ilmiah popular apa ilmiah murni. Kerangka singkatnya meliputi pembuka, isi penutup atau pembuka, persoalan, analisis dan rekomendasi,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
KH Nasaruddin Umar Mengaku Dapat Dorongan Maju Ketua Umum PBNU, Soroti Tantangan Kepemimpinan NU
Terkini
Lihat Semua