Salah satu Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep, Jawa Timur, dr H Slamet Riadi berikan layanan kesehatan pada jamaah haji. (Foto: NU Online/Firdausi)
Firdausi
Kontributor
Sumenep, NU Online
Sederet layanan kesehatan yang ramah bagi jamaah haji lansia terus diprioritaskan oleh Pemerintah RI. Salah satu Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep, dr H Slamet Riadi menyatakan, skema layanan jamaah haji ramah lansia ini diterapkan mulai di dalam negeri, kemudian saat berada di Armuzna yakni, Arafah, Mina, Muzdalifah hingga kepulangan ke tanah air.
Skema dalam negeri
Ia mengatakan, skema layanan dalam negeri terdiri dari empat tahapan. Pertama penyiapan petugas haji ramah lansia. Mereka adalah pengendali dan kepala bidang masing-masing satu orang. Kemudian, kepala seksi tiga orang serta pelaksana sektor.
Kedua, pembentukan kloter jamaah haji ramah lansia. Ketiga manasik haji untuk membangun kepedulian antarjamaah terhadap jamaah haji lansia dan meminta untuk tidak memaksakan ibadah sunah seperti ziarah dan arbain.
Baca Juga
Kisah Ulama Berhaji Tanpa ke Tanah Suci
"Keempat kegiatan di Asrama Haji dengan menyiapkan akomodasi dengan mudah diakses dan memenuhi kebutuhan jamaah haji lansia," ucapnya kepada NU Online, Ahad (4/6/2023).
Skema perjalanan
Untuk skema perjalanan, seperti saat di dalam pesawat adalah dengan mengintensifkan visitasi PPIH Kloter ke jamaah lansia. Saat sampai di Madinah dan menuju Makah, kata dia, petugas memastikan ketersediaan kursi prioritas bagi jamaah haji lansia dan mengimbau agar tidak turun dari bus, sehingga niat ihram dilakukan di dalam bus.
"Begitu juga saat jamaah haji lansia tiba di Jeddah dan menuju ke Makkah, petugas juga memastikan ketersediaan kursi roda di ruang tunggu bandara dan bus," ujar pria yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Sumenep ini.
Sementara, saat berada di Arafah, Mina, dan Muzdlifah (Armuzna), petugas memastikan jamaah haji lansia mendapatkan akomodasi dan transportasi yang nyaman dan aman. Termasuk menyiapkan petugas pendamping dan bus yang disesuaikan dengan kondisi jamaah saat safari wukuf.
"Begitu juga saat kepulangan ke tanah air. Petugas akan memastikan dengan pihak penerbangan untuk mengutamakan jamaah haji lansia di seluruh embarkasi dan debarkasi," ungkapnya.
Baca Juga
Doa Melepas Keberangkatan Jamaah Haji
dr Slamet menegaskan, prioritas ini dilakukan karena usia merupakan faktor risiko yang signifikan pada hadirnya sebuah penyakit. Berikut beberapa penyakit yang sering terjadi pada lansia, di antaranya adalah penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga katarak.
"Munculnya penyakit ini bisa mempengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Oleh sebab itu penting untuk menjaga kesehatan tubuh sejak dini. Untuk patokan umur yang rentan terhadap penyakit sebenarnya tergantung dari jenis penyakit dan masing-masing individu," tandasnya.
Kontributor: Firdausi
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua