Terpilih Jadi Ketua IPNU Sumenep, Zainullah Akan Maksimalkan Potensi Kader
NU Online · Senin, 24 Februari 2020 | 05:00 WIB
Sulaiman
Kontributor
Sumenep, NU Online
Setelah resmi terpilih menjadi nahkoda baru Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, periode 2020-2022, Zainullah, berkomitmen untuk meningkatkan dan memaksimalkan potensi kader. Menurutnya, potensi yang dimiliki kader tidak boleh menjadi hal yang mubazir.
"Peningkatan potensi kader menjadi salah satu titik fokus perjuangan kami ke depan. Melihat perkembangan zaman yang semakin keras, potensi kader perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi," jelas Zainullah di Sumenep, Ahad (14/2).
IPNU-IPPNU ke depan membutuhkan kader potensial yang mampu menjawab tantangan kader dan memiliki jiwa perjuangan yang militan untuk membesarkan jam'iyah An-Nahdliyah dengan menyasar segmen pelajar sebagai ranah IPNU-IPPNU.
"Kami tidak butuh kader yang numpang naruh nama saja, selesai dilantik mereka hilang. Akan tetapi yang kami inginkan, kader yang siap bergerak bersama membesarkan jam'iyah," lanjutnya.
Kader IPNU-IPPNU harus siap bersaing dan bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Hingga sampai bisa memanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain di sekitarnya.
"Pelajar NU itu tidak boleh tidak harus responsif, berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat. Jika tidak demikian peran kita sebagai agen perubahan hanya omong kosong belaka," tegas Zain, sapaan akrabnya.
Sehingga, katanya, keberadaan organisasi pelajar NU ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya melalui bidang pendidikan, namun perjuangannya mampu merambah pada bidang sosial, ekonomi, pelestarian budaya dan adat istiadat.
"Sehingga pelajar NU bisa menentukan nasibnya sendiri tanpa tergantung pada pihak lain. Dan tidak terombang-ambing besarnya arus globalisasi yang tengah terjadi saat ini," tambahnya.
Selain itu, memelihara adat ketimuran juga menjadi kewajiban kader IPNU-IPPNU. Mengingat organisasi yang berbasis pelajar ini merupakan ladang strategis untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik.
"Pelajar sekarang mengalami krisis moral yang sangat tinggi. Akhlak mereka terhadap orang tua, guru dan lingkungan sekitarnya sudah tidak seperti yang dicontohkan oleh ulama-ulama kita, banyak menyimpang. Ini salah satu tugas berat kita memperbaiki semuanya," pungkas Zain.
Kontributor: Sulaiman
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua