Tgk H Nuruzzahri dan Tgk H Faisal Ali Kembali Pimpin PWNU Aceh
NU Online · Selasa, 17 Februari 2026 | 19:00 WIB
Tgk H Nuruzzahri (Waled NU) sebagai Rais Syuriyah dan Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh) sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke-15 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh resmi menetapkan kembali Tgk H Nuruzzahri (Waled NU) sebagai Rais Syuriyah dan Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh) sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh.
Ketua panitia Konferwil Ke-15 PWNU Aceh Tgk H Amirullah Djakfar mengatakan penetapan tersebut dilakukan melalui rangkaian sidang yang berlangsung dinamis di Aula MPU Aceh, 15-16 Februari 2026.
Seluruh tahapan persidangan dipimpin langsung oleh perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Faisal Ali Hasyim, yang bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Utara-Aceh.
Tgk Amirullah mengatakan Konferwil XV mengusung tema Melalui Konferwil XV NU Aceh Membangun Kesadaran Ekologis Umat. Selain menjadi ajang pemilihan kepemimpinan lima tahunan, forum ini juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari bahtsul masail tentang pemanfaatan kayu yang terbawa banjir hingga perumusan program kerja PWNU Aceh untuk lima tahun mendatang.
"Tahapan krusial pertama adalah pemilihan Rais Syuriyah melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Nama-nama calon diusulkan oleh seluruh PCNU se-Aceh, kemudian dibahas dalam sidang yang dipimpin Korwil PBNU tersebut. Proses berlangsung cukup alot dengan berbagai pandangan yang disampaikan peserta," ujarnya.
Sejak awal pembukaan hingga tahapan akhir, Faisal Ali Hasyim memimpin forum secara penuh, memastikan setiap proses berjalan sesuai mekanisme organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga NU. Ia juga beberapa kali menegaskan pentingnya menjaga adab persidangan, mengedepankan musyawarah mufakat, dan menghindari polarisasi di tubuh jam’iyah.
Sejumlah peninjau dan undangan khusus turut mengikuti jalannya sidang hingga larut malam. Dinamika forum berlangsung hangat namun tetap dalam suasana kekeluargaan. Ketua Sidang, Faisal Ali Hasyim, beberapa kali mengingatkan peserta agar tetap fokus pada kepentingan jam’iyah dan menjaga marwah organisasi.
Setelah melalui musyawarah yang panjang, forum akhirnya kembali mempercayakan amanah Rais Syuriyah kepada Waled NU. Keputusan tersebut diterima secara mufakat oleh peserta sidang.
Selanjutnya, agenda pemilihan Ketua PWNU Aceh dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh para Ketua PCNU yang telah memiliki legalitas SK dari PBNU. Dalam proses tersebut, nama Abu Sibreh kembali memperoleh dukungan mayoritas.
Rangkaian sidang berakhir menjelang waktu sahur, menandai tuntasnya seluruh tahapan konferwil. Faisal Ali Hasyim sebagai Ketua Sidang kemudian mengetuk palu sebagai tanda sahnya keputusan forum.
Dalam sambutan usai penetapan, Waled NU menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia mengajak seluruh warga NU Aceh untuk menjaga kekompakan dan memperkuat khidmat kepada umat.
“Amanah ini bukan hanya untuk kami, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga NU Aceh,” ujarnya.
Abu Sibreh juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan sidang yang dinilai mampu menjaga kondusivitas forum hingga selesai.
“Proses berjalan panjang dan penuh dinamika, tetapi tetap dalam bingkai musyawarah dan persaudaraan,” katanya.
Konferwil XV PWNU Aceh menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan bahwa tradisi musyawarah tetap menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Dengan pengawalan langsung Korwil PBNU Sumut-Aceh, seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme, mencerminkan kesinambungan kepemimpinan antara pusat dan wilayah.
Tentunya dengan kembali terpilihnya Waled NU dan Abu Sibreh, PWNU Aceh diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kerja, memperkuat pengaderan, serta menjawab tantangan sosial dan ekologis yang dihadapi masyarakat Aceh ke depan.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
6
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Terkini
Lihat Semua