Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat
NU Online · Selasa, 5 Agustus 2014 | 01:15 WIB
Klaten, NU Online
Sebanyak 7 gunungan yang berisikan ratusan ketupat diarak untuk memeriahkan tradisi rayahan kupat di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Ratusan kupat atau ketupat, yang dalam ungkapan bahasa Jawa berarti ngaku lepat (mengakui kesalahan), diarak kurang lebih setengah kilometer oleh warga menuju ke Bukit Sidoguro, Ahad (3/8).
<>
Sesampainya di Bukit Sidoguro, gunungan kemudian didoakan oleh pemuka agama setempat. Setelah itu, dimulailah acara rayahan kupat (rebutan ketupat). Ribuan pengunjung yang hadir, ikut berebut ketupat yang terdapat pada gunungan. Selain ketupat, juga terdapat aneka sayuran seperti kacang panjang, tomat dan cabai yang ikut diperebutkan.
Para pengunjung yang mengikuti acara ini, sebagian mengaku ada yang ingin sekedar untuk ngalap berkah, namun ada pula yang hanya sekedar untuk mencari kegembiraan semata.
Dani, salah satu satunya, wanita berusia 40 tahun itu datang bersama suami dan anaknya. Bahkan, secara tak sengaja dia mendapatkan kupon berhadiah yang ikut dibagikan bersama ribuan ketupat. “Tadi, tidak sengaja menemukan. Lumayan, dapat Rp.50.000,” ungkap kata sembari tersenyum.
Panitia acara menerangkan rayahan kupat ini merupakan acara rutin yang sudah ada sejak dulu. Acara ini juga menjadi ajang silaturahim masyarakat setempat, khususnya pada momentum Lebaran. (Ajie Najmuddin/Mahbib)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua