Blitar, NU Online
Kampus Nahdlatul Ulama hendaknya terus berbenah agar sukses menghadapi tantangan zaman. Hal itu juga yang dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur.
Karenanya secara khusus, kampus kebangaan nahdliyin di Blitar tersebut belajarĀ meningkatkan mutu pendidikan di era revoluasi industri 4.0 dengan menghadirkan Mansur Ramly selaku Ketua Lembaga Penjamin Mutu Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).
āAgar bisa berubah, maka UNU Blitar harus siap menghadapi era disruption atau era yang serba digital," kata Mansur Ramly dalam seminar peningkatan mutu pendidikan di era revolusi industri 4.0, Kamis (27/6) di kampus setempat.
Terkait dengan perubahan, menurutnya mengutif salah satu ayat dalam Al-Qurāan. āKurang lebih artinya adalah tidak akan berubah nasib sebuah kaum ke arah yang lebih baik, jika kaum itu sendiri yang tidakĀ mengubahnya,ā sitirnya.
Dalam pandangannya, UNU Blitar bisa berubah jika dosennya dan semua stokeholder yang adaĀ mau berubah. āTentuĀ untuk bisa berubah, maka selalu memberdayakan dirinya.Ā DanĀ janganlah selalu berpikir apa yang dilakukan oleh pendahulunya itu juga yang mau dilakukan," urainya.
IaĀ memberikan gambaran di dunia pendidikan."Boleh jadi ke depan tidak perlu lagi orang datang belajar di kampus.Tetapi bisa di rumah tinggal membuka internet," jelasnya.
Sebagai gambaran, sekarang ini telah dikembangkan pendidikan jarak jauh. āDanĀ dosen sudah bisa mengajar beberapa perguruan tinggi dalam waktu yang bersamaan dengan model pembelajaran jarak jauh,ā tegasnya.
Dikatakannya, dalam era revolusi industri 4.0, kompetensi lulusan berorientasi paling tidak pada empat hal yaitu: interconnection, big data, integration dan innovation.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
"Selain itu kompetensi yang dibutuhkan di masa depan fokus pada paling tidak lima jenis keahlian yaitu: compleks problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive ability,ā katanya.Ā
Menurutnya, di masa depan literasi baru yang perlu dikuasai oleh mahasiswa antara lain literasi data. āJuga literasi teknologi dan literasi manusia,ā tandasnya.
Untuk itu dirinya sangat berharap UNU Blitar dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun sudah harus memperoleh akreditasi unggul. āDan sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu LPTNU, kami siap membantu,ā tegasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)