Abu Nawas Menjelaskan Batas Jagat Raya Ciptaan Tuhan
NU Online · Kamis, 20 Agustus 2020 | 21:00 WIB
Patoni
Penulis
Baginda Raja Harun Ar-Rasyid tidak pernah berhenti merenungkan fenomena-fenomena alam. Apa yang dipikirkannya menimbulkan banyak pertanyaan. Tetapi dari hasil muhasabahnya itu, Baginda Raja tidak pernah berhasil menemukan jawaban yang memuaskan.
Suatu ketika ia bertanya terkait batas jagat raya ciptaan Tuhan. Sejumlah ilmuwan, penasihat, dan orang-orang di istana tidak memberikannya jawaban yang memuaskan atas kegelisahan pikiran Baginda Raja.
Seketika penasihat Raja menyarankan Harun Ar-Rasyid memanggil Abu Nawas. Siapa tahu manusia yang dikenal memiliki akal yang cerdik itu bisa memuaskan Baginda Raja.
Tak lama Abu Nawas hadir di istana setelah dipanggil oleh pengawal Raja. Di hadapan Abu Nawas, Raja mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena keingintahuan menyingkap rahasia alam.
"Paduka Raja, rahasia alam manakah yang membuat Anda gelisah setiap malam karena ingin tahu?" tanya Abu Nawas.
"Begini wahai Abu Nawas, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan?" tanya Baginda Raja.
"Di dalam pikiran, wahai Paduka," jawab Abu Nawas tangkas.
“Maksud kamu?” tanya Baginda ingin memperjelas.
"Begini Baginda, ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam pikiran manusia,” jelas Abu Nawas.
“Lalu?” Baginda Raja masih penasaran dengan uraian Abu Nawas.
“Lalu dari alam pikiran itu, manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas," tutur Abu Nawas. Baginda Raja merasa puas dengan penjelasan Abu Nawas. (Fathoni)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua