Udin yang baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun sowan ke pengasuh untuk pulang kampung.<>
Saat perjalanan menuju terminal Tirtonadi Solo, tiba-tiba ada kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan, maka Udin pun memutuskan untuk ikut menonton.
Berhubung kerumunan itu terlalu berjubel, sehingga Udin yang bertubuh kecil tidak bisa mendekat dan melihat korban. Udin santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.
"Innalillahi wainnailaihi raji’un, saya keluarganya, saya keluarganya, mohon minggir, tolong minggir!" Ucap udin sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.
Orang yang berkerumun pun memandanginya dengan aneh, dan ternyata Udin memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada si Udin itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan.
Betapa terkejutnya ketika Udin melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah kambing.
Udin pun kaget dan ketawa meringis. (Ahmad Rosyidi)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua