Di saat semua orang berlarian menghindar, satu wartawan berusaha mewawancarai seorang nenek. Di tengah membumbungnya abu vulkanik Kelud yang begitu tebal, muka si nenek dan wartawan pun tampak seperti di‘meck-up’ tidak karuan. <>
“Nek, nenek sama siapa? Kok sendirian?” tanya si wartawan sambil berjalan sedikit mengejar si nenek yang sedang panik dengan abu vulkanik di seluruh tubuhnya.
“Sudah tahu sendirian, kok masih nanya?” jawab si nenek sewot.
“Terus kira-kira rasanya gimana nek?” tanya si wartawan lagi tentang abu vulkanik.
“Rasakno dewe … (rasain sendiri)!” jawab si nenek sambil bergegas pergi, dan si wartawan hanya mlongo. (Fathoni)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Terkini
Lihat Semua