Selama dua hari-dua malam suntuk anak itu mempelajari khotbah nikah.
“Sudah siap?” kata Abul Aswad kepada anaknya di hari ketiga.
“Sudah dong pak, aku sudah mengapalnya.”
“Coba baca, aku mau dengar,” kata bapaknya.
“Baik, simak dan perhatian dengan seksama Pak.”
Lalu anaknya mulai membaca khotbah. “Alhamdulillâhi nahmaduhû, wa nast’înuhû, wa natawakkalu alaih. Wa nasyhadu an lâ ilâha illallâh, wa anna muhammadar rasûlullâh. Hayya alas shalâh, hayya alal falâh….”
“Stop, jangan iqamah dulu. Aku belum bersuci,” kata Abul Aswad dengan jengkel. (Alhafiz K)
*) Dikutip dari Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin (Hikayat Orang Dungu dan Lalai) karya Ibnul Jauzi. Judul oleh pengutip.
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Trump Umumkan Perjanjian Pelucutan Senjata di Gaza, Hamas Tegaskan Baru Diterapkan Setelah Israel Mundur Total
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua