Seorang dari mereka berkata "Kang, ayo kita cari kopi panas kang, biar seger". "Sampeyan bisa ngomongnya nggak?" Wah, aku dulu pernah sekolah di Madrasah Diniyah awaliyah tapi cuma sampai kelas tiga. Tapi kalau kopi aku masih ingat bahasa arabnya "Qohwah" kang. Bahasa arabnya panas apa ya? Setelah berpikir sejenak ketemu ide "oh ya, yang panas itu kan neraka jahannam kang". Jadi? Kopi panas ya "qahwah jahannam".
Sekarang kalau mau bilang "kopi panas, dua" gimana?. Mereka berdua berfikir lagi... dan... "nah, ketemu kang bahasa arabnya dua. Tadi kita kan shalat subuh "rok'ataini" kang. Terus? Kalu gitu nanti ngomongnya ya gampang " qahwah jahannam rok'atain".
Begitu, sampai di depan kedai kopi sebelah masjid. Di tengah kerumunan orang banyak dari berbagai negara itu, tanpa ragu lagi salah satu dari mereka berujar " Qahwah Jahannam rok'atain". Kontan saja, semua orang Arab yang mendengarnya tersipu-sipu.
Untung, pelayan kedai itu paham maksud orang indonesia itu.Â
(Pengirim :Mohamad Arja Imroni, abaqov@yahoo.com)
 Â
Terpopuler
1
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
5
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
6
Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
Terkini
Lihat Semua