Suatu hari seorang santri bernama Kholid mendampingi Kiainya yang akan mengisi ceramah di daerah Sirampog Kabupaten Brebes. Saking seringnya Kholid mendampingi Sang Kiai, santri-santri lain menobatkannya sebagai ajudan Kiai. <>
Tapi cerita yang ini bukan soal itu. Nah Kholid merasa senang bisa diajak mendampingi Kiai setiap menjadi penceramah di luar kota.
Seperti biasa, di tengah perjalanan Kholid memanfaatkan waktunya dengan berdiskusi bersama Kiainya. Kali ini Kholid ingin mencari tahu alasan kelompok-kelompok tertentu, sebut saja Wahabi, yang menuduh bid’ah, sesat, bahkan kafir terhadap amaliah-amaliah seperti diantaranya tahlil, istighotsah, ziarah kubur, dan maulid yang sering dia praktikan.
“Mengapa mereka dengan tega menuduh seperti itu Pak Yai, padahal saya tidak merasa tersesat, kayaknya kok mereka merasa paling benar dan merasa berhak masuk surga sehingga menuduh kafir, sesat, dan lain-lain?” tanya Kholid dengan nerocos dan polosnya.
“Ya…mungkin seperti itu. Begini Lid, kalaupun saya dikehendaki oleh Allah masuk surga tapi ketika itu ada mereka (golongan yang suka mengkafirkan) di situ, saya lebih baik gak masuk surga,” jawab sang kiai setengah becanda kepada Kholid yang hanya bisa mengangguk.
“Oohh…ternyata Pak Kiai merasa gemes juga sama mereka toh,” ujar Kholid dalam hati sambil terkikik. (Fathoni)
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Trump Umumkan Perjanjian Pelucutan Senjata di Gaza, Hamas Tegaskan Baru Diterapkan Setelah Israel Mundur Total
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua