Datanglah ia kepada salah satu juragan pasar. Dengan nafas tergopoh-gopoh karena orang rumah segera butuh makan, sampailah ia di rumah juragan tersebut.
Yanto bertemu dengan penjaga pintu gerbang dan memberitahu maksud kedatangannya. Namun penjaga pintu seketika berkata, “Juragan sepertinya sedang pergi.”
Sang juragan memang sudah mewanti-wanti ke penjaga agar keberadaannya di rumah tidak diberitahukan ketika yang datang orang yang hendak pinjam uang.
Namun, sebelum meninggalkan rumah sang juragan, Yanto sempat menengok ke jendela.
Yanto pun berkata ke penjaga, “Lain kali, kalau juraganmu pergi, jangan meninggalkan wajahnya di jendela.” (Fathoni)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua