Suatu hari, dalam perjalanan ke Jepara, KH Asyhari Abta (Rais Syuriyah PWNU DIY) mendapati hutan jati di pinggir jalan hanya tinggal akarnya saja. Semua sudah ditebang.<>
Tiba di tempat tujuan, KH Asyhari lantas bertanya kepada warga yang ada di sana, "Mana hutan jati yang dulu itu?"
“Sudah hilang, Kiai.”
“Kok bisa?”
"Kan, di sana ada tulisannya, Kiai?" jawab seseorang.
"Tulisan apa?"
"MILIK NEGARA."
"Apa hubungannya?"
"Ya, wajar saja hutannya habis, wong setiap ada orang yang milik langsung disuruh negor!"
Catatan:
Dalam bahasa Jawa, milik itu sama dengan ngiler atau tertarik untuk memiliki; dan masih dalam bahasa Jawa, negoro itu kata perintah dari "negor" yang berarti menebang. Maka MILIK NEGORO itu sama dengan “NGILER, TEBANG saja!. (Yusuf Anas)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua