Suatu hari, dalam perjalanan ke Jepara, KH Asyhari Abta (Rais Syuriyah PWNU DIY) mendapati hutan jati di pinggir jalan hanya tinggal akarnya saja. Semua sudah ditebang.<>
Tiba di tempat tujuan, KH Asyhari lantas bertanya kepada warga yang ada di sana, "Mana hutan jati yang dulu itu?"
“Sudah hilang, Kiai.”
“Kok bisa?”
"Kan, di sana ada tulisannya, Kiai?" jawab seseorang.
"Tulisan apa?"
"MILIK NEGARA."
"Apa hubungannya?"
"Ya, wajar saja hutannya habis, wong setiap ada orang yang milik langsung disuruh negor!"
Catatan:
Dalam bahasa Jawa, milik itu sama dengan ngiler atau tertarik untuk memiliki; dan masih dalam bahasa Jawa, negoro itu kata perintah dari "negor" yang berarti menebang. Maka MILIK NEGORO itu sama dengan “NGILER, TEBANG saja!. (Yusuf Anas)
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Trump Umumkan Perjanjian Pelucutan Senjata di Gaza, Hamas Tegaskan Baru Diterapkan Setelah Israel Mundur Total
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua