Dinamakan berkat karena berharap apa yang dilakukan dan makanan yang disedekahkan akan menjadi berkah bagi pengundang maupun yang diundang. Tak heran jika ada pernyataan menilai bahwa warga NU yang sudah sukses dalam kehidupan tidak lepas dari jasa nasi berkat yang ia makan sejak ia kecil.
Terkait kebiasaan kenduri ini suatu hari usai shalat Ashar, Pak Kaum Ahmad bediri di depan para jamaah yang memenuhi mushala tua disamping rumahnya. Dengan suara pelan penuh wibawa, namun terdengar oleh seluruh jamaah, ia mengumumkan kepada jamaah bahwa nanti malam akan ada dua kegiatan kenduri dilingkungannya.
Tampak para jamaah mendengarkan satu-persatu kalimat yang disampaikan oleh Pak Kaum yang sudah lebih dari 25 tahun mengabdi ikhlas demi warga mulai dari menikahkan warga sampai dengan mengurusi jenazah ini.
Belum sampai Pak Kaum menyampaikan inti dari apa yang disampaikan, batuknya menghentikan kalimatnya dan menggema di ruangan Mushala. Jamaah pun merasa penasaran. Dua kegiatan kenduri apa yang akan dilaksanakan nanti malam.
“Bapak-Bapak nanti habis maghrib dan habis Isya, kita mendapat undangan dari jamaah kita. Mudah-mudahan kita diberi kesempatan dan kesehatan untuk hadir,” jelasnya sambil memperbaiki letak surban hijau di pundaknya.
Salah satu jamaah spontan bertanya kepada Pak Kaum tentang undangan kenduri apa dan dari siapa nanti malam. “Maaf Pak Kaum, undangan kenduri apa dan dari siapa?,” tanya jamaah yang nampak kurang sabar menunggu pengumuman dari Pak Kaum.
“Nanti malam habis Maghrib dan Isya kita diundang kenduri Syukuran di tempat Pak Slamet dan Slametan di tempat Pak Syukur,” jawabnya seraya menutup pengumumannya dengan salam. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua