Ketika itu Gus Dur berceramah di malam peringatan Isro’ Mi’roj. Seperti para ustadz kebanyakan, ia memulai ceramah dengan kalimat pembuka. “Marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT.”<>
Lalu Gus Dur bertanya kepada para jamaah, “Ada yang tahu, kenapa kita perlu memanjatkan puji dan syukur?”
Jama’ah diam.
Kenapa? Kata Gus Dur, “Karena Puji dan Syukur tidak bisa memanjat sendiri.” (Anam)
Catatan Redaksi:
Mulai bulan September 2013, NU Online akan mendokumentasikan humor-humor Gus Dur di rubrik Humor, dua kali setiap pekan, Ahad dan Rabu. Akan dimuat berseri dengan sub titel HUMOR GUS DUR. Pembaca yang ingin berpartisipasi, silakan kirim ke redaksi@nu.or.id. Syaratnya: pernah diceritakan sendiri oleh Gus Dur atau cerita lucu tentang Gus Dur. Beberapa diantaranya mungkin sudah pernah ditulis, namun bisa ditulis ulang dengan bahasa yang lebih segar. Cerita humor biasanya menyimpan kritik. Namun mungkin yang terpenting dari humor adalah kelucuan.
Terpopuler
1
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
2
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Nyai Sinta Nuriyah Jadi Satu-satunya Perempuan
3
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
4
Kekeringan Meluas, Banser Pemalang Salurkan 211 Ribu Liter Air Bersih
5
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
6
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
Terkini
Lihat Semua