Pada suatu hari, Sulhan bertemu dengan Otong ketika shalat taraweh di masjid Agung Solo, kedua santri tersebut merupakan alumni pondok Mahasiswa di Jawa Timur.<>
Sulhan bertanya kepada Otong, ”Kang kamu kan orang sunda, saya mau tanya nih, katanya ngabuburit itu asal bahasa Sunda ya?”
Jawab Otong, “Ya kang, emang kenapa? ingin thau sejarahnya kang, bisa ceritakan kang!” saut Sulhan. “Oh, enih mas”, jawab Otang.
Kemudian otang menceritakan: Pada jaman dahulu di tanah Pasundan tepatnya kabupaten Subang sedang terserang hama beurit di lahan pesawahan.”
“Beurit apa sih? potong sulhan.
“Beurit itu tikus kalau dalam bahasa Indonesianya,” jawab Otong
Terus Otong melanjutkan ceritanya: “Beurit-beurit itu datang dan menyerang pertanian mereka setiap sore bulan puasa. Sehingga masyarakat Subang setiap sore bulan Puasa sepakat dan memutuskan untuk ngeburu (memburu) beurit-beurit yang mengganggu tanaman sawah mereka. Jadilah istilah NGABUBURIT.
Sulhan Jawab: walah, tapi bener juga “sambil ketawa” (Ahmad Rosyidi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua