1.100 Tenaga Pendukung Mahasiswa dan Mukimin Perkuat Layanan Haji 2026
NU Online · Selasa, 28 April 2026 | 10:00 WIB
Mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di beberapa negara Timur Tengah dan mukimin Arab Saudi turut serta menjadi tenaga pendukung pelayanan haji 2026 tengah mengikuti bimbingan teknis laynan haji di i Al-Wehda Tower Hotel, Makkah, Senin (27/4/2026) (Foto: MCH 2026)
Abdullah Alawi
Penulis
Makkah, NU Online
Sebanyak 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari mahasiswa di kawasan Timur Tengah dan mukimin di Arab Saudi turut serta menjadi tenaga pendukung (tepung) untuk memperkuat dan mensukseskan operasional haji 1447 H/2026 M. Di antara tepung tersebut, 700 di antaranya berada di Makkah.
Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B Ambary mengatakan tepung bertugas di wilayah Makkah dan Madinah untuk mengawal layanan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi jemaah. Mereka satu keluarga dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
“PPIH dari pusat maupun tenaga pendukung adalah sebuah keluarga, yang mana kita harus memperkuat satu sama lain. Saya tidak pernah percaya yang namanya Superman, yang ada adalah super tim,” kata Yusron saat membuka Bimbingan Teknis untuk tepung di Al-Wehda Tower Hotel, Makkah, Senin (27/4/2026).
Menurut Yusron, keunggulan utama para petugas ini terletak pada kefasihan bahasa Arab dan penguasaan medan yang baik, terutama di kawasan yang krusial atau menjadi magnet tujuan jamaah haji Indonesia seperti di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
Yusron menjelaskan filosofi sebutan "tepung" bagi para petugas ini sebagai simbol kerja keras. Artinya mereka harus siap 'berantakan' seperti tepung di dapur; bekerja keras, pontang-panting, bahkan lari jika dibutuhkan.
”Namun, dari proses itu lahir hasil yang indah bagi jemaah haji kita," ujarnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya komunikasi awal dalam menangani persoalan hukum di lapangan agar masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum masuk ke sistem formal hukum Arab Saudi.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Budi Agung Nugroho mengingatkan para petugas untuk menjaga integritas dan ketaatan terhadap aturan.
Dia menekankan bahwa setiap kemudahan yang diberikan kepada jamaah, seperti mengantar makanan atau menunjukkan jalan, bernilai ibadah di sisi Tuhan.
Selain itu, dia juga mewajibkan seluruh petugas mematuhi regulasi Pemerintah Arab Saudi, terutama terkait kepemilikan dokumen resmi seperti tasreh, visa haji, dan penggunaan aplikasi Nusuk sebagai bentuk ketaatan kepada pemimpin.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua