"Mas ini Primus ya?" kata santri tadi sok akrab. Ia menyiratkan muka seperti sedang penasaran. "Itu lho yang bintang film.."<>
Semula pemuda itu mengira santri sedang bercanda. "Ah enggak... Kamu bisa aja..."
"Ah yang bener, kamu pasti Primus..."
"Nggak... saya bukan artis kog, saya ini mahasiswa..."
"Ngaku aja... Saya ngga akan bilang siapa-siapa kog, tenang aja.." Santri terus mendesak.
Lama-lama pemuda tadi gerah juga. Dia menarik tangan pacarnya, lalu mereka masuk warung lesehan sebelah. Tapi santri masih mengikuti.
"Mas Primus minta tanda tangan donk..." kata santri menyodorkan kertas dan pena. Kali ini ia agak memaksa.
Pemuda itu tambah gerah, dan mulai sedikit ketakutan. Ia lalu menggandeng pacarnya pergi. Cepat-cepat. Tapi santri terus mengejar. Pemuda dan pacarnya masuk ke angkot. Santri pun ikut.
"Ayo mas tanda tangan...!"
Pemuda itu akhirnya mengambil kertas dan pena yang disodorkan santri dan membubuhkan tanda tangan sekenanya. Tapi santri tetap belum mau pergi.
"Iya kan, kamu Primus....!?"
"Iya.. iyaaa. Saya ini Primus," katanya. Pemuda tadi kesal sekali.
Santri kelihatan puas. Tersenyum. "Tapi kamu kog nggak mirip ya...." kata santri.
"Ya memang saya bukan Primus..." kata pemuda tadi membentak. Orang-orang di angkot keheranan. Santri pun ngluyur pergi. (nam)
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
4
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
5
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
6
Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta
Terkini
Lihat Semua