Humor

SMS Bid'ah

NU Online  Ā·  Jumat, 28 Desember 2012 | 00:04 WIB

Bukan kiai jika tak menelan resiko. Itulah yang dialami Kiai Ahmad Ishomuddin saat mengasuh rubrik konsultasi fiqih di sebuah surat kabar Lampung.
<>
Rais Syuriyah PBNU ini menerima pertanyaan tentang hukum membunyikan sirine sebagai penanda waktu imsak. Usai menjelaskan dalil dan alasannya, Kiai Ishom menjawab: mubah alias boleh.

Ternyata tak semua orang puas dengan jawaban tersebut. Ya, esoknya sebuah SMStak dikenal masuk di HP Kiai Ishom, ā€œKlun... ting...ā€

Tanpa permisi SMS itu protes begini:

ā€œKiai, Anda jangan mengajak dan menyebarkan bid’ah. Kalau menggunakan sirine sebagai tanda imsak itu perbuatan baik, niscaya Rasulullahlah yang pertama kali menggunakan dan memerintahannya kepada para sahabat. (Sekedar memberi peringatan!!!).ā€

Kiai Ishom paham, tiga tanda seru di ujung itu adalah petunjuk bahwa si pengirim sedang tidak main-main. Tapi, apa yang terjadi? Kiai Ishom malah SMS balik:

ā€œKalau memberi peringatan melalui SMS merupakan perbuatan baik, makaRasulullahlah yang pertama kali menggunakan dan memerintahkannya kepadapara sahabat. (Sekedar memberi jawaban!!!).ā€ Mendapat jawaban seperti itu, si pengirim SMS tidak merespon lagi. (Mahbib Khoiron)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang