Soeharto Naik Haji, Harmoko Lempar Jumrah, dan Kritik Gus Dur
NU Online · Sabtu, 7 November 2020 | 09:00 WIB
Patoni
Penulis
Gus Dur di era rezim Orde Baru pimpinan Soeharto kerap melontarkan kritik terhadap buruknya kualitas demokratisasi dan kentalnya otoritarianisme.
Kritik Gus Dur di antaranya disampaikan melalui humor. Suatu ketika, Soeharto berangkat ke tanah suci dalam rangka menunaikan ibadah haji.
Karena yang berangkat itu seorang presiden, tentu sejumlah menteri juga harus ikut berangkat mendampingi. Salah satunya adalah menteri yang paling rajin meminta petunjuk, Menteri Penerangan Harmoko.
Setelah beberapa kali melewati ritual ibadah haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan ritual melempar jumrah, yakni simbol mengusir setan dengan cara melempar batu ke sebuah tiang mirip patung. Di sinilah mulai muncul masalah, terutama buat Harmoko.
Beberapa kali batu yang dilemparkannya selalu berbalik menghantam jidatnya. "Wah, kenapa jadi begini ya?" cerita Gus Dur menirukan pernyataan Harmoko.
Lalu Harmoko pindah posisi. Hasilnya sama saja, batu yang dilemparkannya seperti ada yang melempar balik ke arah dirinya.
Setelah tujuh kali lemparan hasilnya selalu sama, Harmoko pun menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari Presiden untuk minta petunjuk. Setelah ketemu, lalu dengan lega ia tergopoh-gopoh menghampiri Soeharto.
Namun, sebelum sampai di hadapan Soeharto, Harmoko mendengar bisikan di telinganya, "Sesama setan jangan saling lempar." (Ahmad F)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Resmi Buka Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 NU
3
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
4
Inovasi Penguatan Budaya Keselamatan Pasien, RSI NU Demak Juara II Nasional Pertemuan Ilmiah 2026
5
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
6
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
Terkini
Lihat Semua