500 Anggota DPRD China Mundur Akibat Skandal Korupsi
NU Online · Senin, 30 Desember 2013 | 14:02 WIB
Hong Kong, NU Online
Mungkin hanya dalam mimpi hal ini bisa terjadi di Tanah Air, namun di China sudah terjadi; saat lebih dari 500 anggota DPRD tingkat II di satu provinsi China beramai-ramai kompak mengundurkan diri setelah terlibat satu skandal suap pemilihan.<>
Beijing tengah meningkatkan pemberantasan korupsinya, kata media pemerintah, Sabtu.
Sejumlah 512 pejabat kotapraja di Provinsi Hunan, China tengah mengundurkan diri atau dipecat setelah menerima suap dari 56 wakil Kongres Rakyat Provinsi untuk memilih mereka pada jabatan-jabatan mereka, kata Kantor Berita Xinhua.
Para pejabat kotapraja memiliki kekuasaan untuk menunjuk wakil-wakil bagi dewan provinsi mereka, parleman lokal, kendatipun proses itu tidak merupakan satu pemilihan yang bebas sepenuhnya dan terbuka.
Pihak berwenang lokal memecat 56 wakil dari Kongres Rakyat Hunan yang beranggotakan 763 orang karena dipilih dengan membayar uang sogok, kata stasiun televisi pemerintah CCTV dan akun twitter-nya.
Satu penyelidikan awal mengungkapkan 110 juta yuan (18 juta dolar Amerika Serikat) diberikan untuk uang sogok kepada para anggota DPRD dan staf di kota kedua provinsi itu, Hengyang, kata media pemerintah, mengutip pernyataan pemerintah Hunan.
"Penyogokan itu, yang melibatkan banyak anggota dewan dan uang dalam jumlah besar adalah satu hal yang serius dan memiliki satu dampak buruk," kata Xinhua mengutip pernyataan itu.
"Ini adalah satu tantangan pada sistem kongres rakyat China, demokrasi sosialis, hukum dan disiplin partai," katanya.
Pernyataan itu menyebut Tong Mingqian, mantan ketua Partai Henyang, sebagai" yang bertanggung jawab langsung" bagi skandal pemilihan itu.
Presiden China, Xi Jinping, memimpin satu pengawasan terhadap para pejabat tinggi dalam pemberantasan korupsi sejak memegang jabatan tahun lalu.
Dia berjanji memberantas korupsi oleh pejabat tingkat tinggi dijuluki "harimau-harimau" dan tingkat rendah alias "lalat-lalat", di tengah kemarahan rakyat luar biasa atas korupsi birokrat.
Pada Jumat satu pengadilan menghukum empat karyawan pemerintah di Hunan antara tiga setengah tahun dan 11 tahun penjara atas pembunuhan penjual semangka Deng Zhenglia, Juli lalu.
Media domestik menyalahkan kematian Deng pada perwira penegak hukum lokal, atau chengguan, dalam satu kasus yang menimbulkan kemarahan di kalang publik menyangkut penyalahgunaan kekuasaan. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua