Internasional

Dai NU Teguhkan Dakwah Moderat di Malaysia

NU Online  ·  Jumat, 6 Maret 2026 | 10:27 WIB

Dai NU Teguhkan Dakwah Moderat di Malaysia

Dai LD PBNU saat berkunjung ke Kantor KBRI Malaysia, di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/3/2026)

Kuala Lumpur, NU Online

Upaya memperkuat peran dai NU di kancah internasional terus dilakukan, kali ini melalui program Dai Worldwide dari Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU).


Para dai yang bertugas di Malaysia melakukan kunjungan silaturahmi dan komunikasi strategis ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/3/2026).


Kunjungan ini didampingi Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia H Muhammad Hakim sebagai bentuk sinergi antara struktur NU di luar negeri dengan perwakilan resmi pemerintah Indonesia.


Duta Besar RI untuk Malaysia berhalangan hadir karena agenda di luar kantor, sehingga pertemuan diwakili Sekretaris KBRI Malaysia Topik Ismail.


Topik menyampaikan apresiasi atas inisiatif LD PBNU dalam mengirimkan dai ke luar negeri. Menurutnya, kehadiran para dai tidak hanya memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga Indonesia di Malaysia, tetapi juga turut menjaga citra Islam Indonesia yang moderat dan ramah di tengah masyarakat internasional.


“Kami sangat mengapresiasi program dakwah yang dilakukan LD PBNU. Ini merupakan kontribusi nyata dalam membangun karakter dan memperkuat ukhuwah di kalangan WNI di Malaysia,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar para dai selalu menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia serta menjaga etika dan koordinasi dengan pihak perwakilan RI. Hal ini penting agar kegiatan dakwah berjalan tertib, profesional, dan tetap dalam koridor hukum.


Sementara itu, perwakilan Dai Worldwide LD PBNU Ustadz M Kholil menekankan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan dukungan kelembagaan dalam menjalankan misi dakwah di luar negeri.


"Dakwah yang dijalankan berlandaskan prinsip Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dengan pendekatan moderat, toleran, dan kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat diaspora Indonesia," kata Ustadz Kholil.


Penguatan jaringan dakwah NU di Malaysia

Selain itu, upaya penguatan jaringan dakwah NU di Malaysia juga dilakukan melalui kunjungan silaturahmi para dai ke pengurus PCINU.


Dai Worldwide LD PBNU bersama Ketua PCINU Malaysia H Muhammad Hakim bertemu dengan Ketua PCI Muslimat Malaysia Nyai Mimin Mintarsih dan Musytasar PCINU Malaysia Kiai Liling Sibro Milisi.


Pertemuan ini berlangsung dengan diskusi hangat mengenai penguatan program dakwah dan koordinasi pembinaan keagamaan warga Nahdliyin di perantauan.


Kiai Liling menyampaikan apresiasi atas kedatangan para dai dari PBNU, yang dianggap penting dalam memperkuat kegiatan dakwah.


“Kami sangat mengapresiasi kedatangan para dai dari PBNU. Kehadiran mereka menjadi penguat bagi kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan warga Nahdliyin di Malaysia,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia Nyai Mimin berharap pengiriman dai tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadhan. Ia menilai kebutuhan dakwah bagi masyarakat Indonesia di Malaysia cukup besar, sehingga keberadaan dai dari PBNU sangat dibutuhkan.


“Ke depan kami berharap selain bulan Ramadhan juga bisa menghadirkan dai dari PBNU, karena di sini masih kekurangan dai yang benar-benar berasal dari PBNU,” ungkapnya.


Dakwah serumpun lewat seni-budaya

Dalam upaya memperkuat ukhuwah serumpun dan diplomasi budaya, para dai NU Worldwide LD PBNU bersama Ketua PCINU Malaysia H Muhammad Hakim menghadiri acara Lintas Dagang Semarak Syawal Malaysia-Indonesia 2026, pada Kamis (5/3/2026).


Acara ini menampilkan beragam seni dan budaya tradisional dari kedua negara, menjadi wahana strategis untuk pertukaran budaya, mempererat persaudaraan, dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.


Acara dihadiri oleh Puan Nurwati binti Abdul Wahab, pegawai kerajaan Malaysia yang berpengalaman di bidang kebudayaan dan kesenian. Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya seni sebagai medium soft diplomacy.


“Seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tapi jembatan yang menghubungkan hati dan pemahaman antarbangsa. Pertukaran budaya ini dapat memperkuat ukhuwah serumpun kita,” ujarnya.

Kontributor: Achmad Muhajir

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang