Dua Pasien Terakhir Ebola Dipulangkan dari Pusat Pengobatan di Kongo
NU Online · Jumat, 30 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Jakarta, NU Online
Dua pasien terakhir Ebola di Pusat Pengobatan Ebola (CTE) Mongbwalu, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo (DRC), telah dipulangkan setelah menjalani perawatan. Pemulangan tersebut menjadi kabar gembira bagi tim tanggap darurat yang selama berminggu-minggu berupaya menangani wabah penyakit tersebut.
Dalam unggahan yang dimuat akun X @georgeskisando, jurnalis Kongo, tampak sejumlah tenaga keseahatan bersukacita menyambut dua kasus ebola terakhir di wilayah tersebut. Kondisi itu disambut dengan sukacita oleh para petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah. Kisando mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi kasus positif Ebola yang dilaporkan di pusat pengobatan tersebut.
"Di Pusat Pengobatan Ebola (CTE) Mongbwalu, di Ituri, saat ini tidak ada kasus positif yang dilaporkan. Sebuah kabar gembira yang menimbulkan kegembiraan dan harapan di kalangan tim tanggap darurat, setelah berminggu-minggu berjuang melawan wabah tersebut," katanya, dikutip pada Jumat (30/10/2026).
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, turut menyampaikan kabar tersebut melalui pernyataannya. Ia mengatakan pemulangan dua pasien terakhir ditandai dengan tarian sukacita para petugas di Mongbwalu.
"Tarian gembira ini menandai pemulangan dua pasien terakhir dari Pusat Pengobatan Ebola di Mongbwalu, Provinsi Ituri, DRC," ujarnya melalui akun media sosial X, dikutip pada Jumat (30/10/2026).
Menurut Tedros, tidak ada kasus positif baru yang tercatat di fasilitas tersebut selama lima hari terakhir. Meski demikian, tim kesehatan masih memantau sejumlah pasien yang diduga terinfeksi Ebola.
"Tidak ada kasus positif baru ynag tercatat di fasilitas tersebut selama lima hari terakhir, meskipun kasus-kasus yang dicurigai tetap dipantau," katanya.
Tedros mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum berarti wabah Ebola telah berakhir. Ia menyebut penanganan wabah masih harus terus dilakukan meskipun pemulangan pasien menjadi perkembangan yang patut disyukuri.
“Wabah ini masih jauh dari selesai, tetapi setiap nyawa yang diselamatkan patut dirayakan,” kata Tedros.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan wabah. Menurut dia, keberhasilan menyelamatkan pasien hingga dapat dipulangkan tidak terlepas dari kerja keras para petugas medis dan tim tanggap darurat.
"Ucapan terima kasih terdalam saya,seperti biasa, ditujukan kepada para tenaga kesehatan yang membuat momen-momen ini mungkin terjadi," tuturnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
3
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
4
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
6
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
Terkini
Lihat Semua