Dubes Afghanistan Kunjungi PBNU, Gus Yahya Beri Dukungan Moril untuk Terciptanya Perdamaian di Timur Tengah
NU Online Ā· Selasa, 7 April 2026 | 14:00 WIB
Duta Besar Emirat Islam Afghanistan untuk Indonesia Mawlawi Sadullah Baloch (kedua dari kiri) bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Uama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, pada Selasa (7/4/2025). (Foto: NU Online/Haekal)
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Duta Besar Emirat Islam Afghanistan untuk Indonesia Mawlawi Sadullah Baloch mengunjungi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Uama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, pada Selasa (7/4/2025) pukul 11.00 WIB.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU H Ahmad Ginanjar Sya'ban mengungkapkan bahwa Gus Yahya memberi dukungan moril untuk terciptanya perdamaian di Kawasan Timur Tengah dan dunia secara lebih luas.
"Segala bentuk konflik, segala bentuk perang, segala bentuk kerusakan itu harus diakhiri," katanya kepada NU Online usai pertemuan.
Gus Yahya, kata Ginanjar, mendorong untuk mengakhiri segala peperangan yang tengah terjadi. Apalagi, katanya, saat ini wilayah Emirat Islam Afghanistan berbatasan langsung dengan Republik Islam Iran maupun Republik Islam Pakistan.
"Pada intinya, Gus Yahya menyampaikan amanat Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, bahwasanya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Bagaimanapun, perdamaian adalah hal yang paling penting untuk investasi masa depan dan, lebih dari itu, untuk masa depan umat manusia," jelasnya.
Selain itu, kata Ginanjar, Gus Yahya juga mendukung untuk terus berlanjutnya hubungan kerja sama antara PBNU dengan Emirat Islam Afghanistan karena sejarah panjang hubungan yang kuat juga telah tercipta di antara keduanya.
"Di Afghanistan ada Nahdlatul Ulama Afghanistan. Kemudian dulu juga banyak sekali kader-kader muda Afghanistan yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di beberapa perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Kemudian hubungan dan kerja sama ini perlu dikembangkan lebih jauh lagi," jelasnya.
Sementara itu, Mawlawi juga mengungkapkan bahwa hubungan antara Emirat Islam Afghanistan dengan Indonesia dan PBNU juga telah terjadi sejak lama.
"Hubungan ini sangat kuat, dan kami ingin terus memperkuatnya," katanya.
Terkait ketegangan di Kawasan Timur Tengah, Mawlawi mendukung perdamaian dan dialog di antara negara-negara yang tengah berselisih.Ā
"Kami lebih mengutamakan penyelesaian sengketa melalui perdamaian dan dialog," jelasnya.
Bahkan, lanjutnya, konflik antara Emirat Islam Afghanistan dan Republik Islam Pakistan yang tengah terjadi perlu diselesaikan dengan jalan damai dan dialog.
"Kami lebih memilih jalan damai dan dialog, dan saat ini sedang melakukan pembicaraan serta negosiasi perdamaian dengan Pakistan," teranganya.
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
4
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
Terkini
Lihat Semua