Duduki Kota Kuno Palmyra, ISIS Kuasai Separuh Suriah
NU Online · Jumat, 22 Mei 2015 | 14:01 WIB
Doha, NU Online
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menduduki kota kuno Palmyra di Suriah sehingga kini mereka praktis menguasai separuh wilayah Suriah, kata Observatorium HAM Suriah seperti dikutip Aljazeera.
<>
Terletak di tengah provinsi Homs dan di jantung negeri Suriah, Palmyra berada 210 km arah timur laut dari Damaskus.
Kota ini berada di daerah gurun yang membentang sampai perbatasan Irak-Suriah.
Menurut Observatorium, ISIS kini menguasai wilayah seluas 95.000 km persegi di sembilan dari 14 provinsi Suriah, atau separuh dari wilayah Suriah.
Sebelum Palmyra, pemerintah Suriah sudah kehilangan kota Bosra di Provinsi Deraa Maret lalu. Dan sepertinya Palmyra, Bosra juga dimasukkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.
April silam, ISIS menguasai sebagian besar Yarmuk yang jauhnya hanya 8 km dari Damaskus. Kota ini banyak didiami pengungsi Palestina.
Para aktvis di Palmyra mengungkapkan bahwa ISIS telah sepenuhnya menguasai kota ini Rabu malam, sedangkan penduduknya mengungsi dan kini terlunta-lunta di jalanan.
"ISIS menginfiltrasi kota ini semalaman. Listrik mati dan kami kekurangan pasokan listrik serta air. Penduduk ketakutan dan kami tak tahu apa yang terjadi kemudian," kata aktivis ini.
Nasser, seorang wartawan, berkata kepada Aljazeera bahwa 170.000 penduduk Palmyra tak bisa ke mana-mana, sebaliknya pasukan pemerintah tak bisa menawarkan jalan keluar.
"ISIS dibenci oleh warga di sini dan menyebutnya teroris. ISIS tidak akan berbeda memperlakukan kami seperti warga lainnya di wilayah yang mereka kuasai," kata Nasser.
Menurut Observatorium, ISIS kini menguasai sebagian besar ladang minyak dan gas di Suriah, serta merampas dua ladang gas di sekitar Palmyra sejak mereka melancarkan serangan ke sini.
Selain membahayakan situs-situs kuno warisan dunia, dengan menguasai Palmyra maka ISIS kini menguasai wilayah yang membentang dari Suriah ke Irak, demikian Aljazeera. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua