Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim
NU Online · Kamis, 9 Januari 2014 | 14:07 WIB
London, NU Online
Pemimpin keagamaan Iran mengharamkan chatting online antara laki-laki dan perempuan yang tidak punya hubungan keluarga.
<>
Ayatollah Ali Khamenei lewat situsnya menerbitkan fatwa larangan chatting online tersebut.
Khamenei juga menyebut chating online sebagai kelakuan tidak bermoral.
Fatwa tersebut diterbitkan menyusul larangan penggunaan WeChat, aplikasi di smartphone untuk berkirim pesan.
Facebook dan Twitter serta jejaring lainnya sudah dilarang di Iran.
Khamenei ditanya tentang chatting online antar lelaki dan perempuan dan dia menjawab sebagaimana dikutip Dailymail: "Mengingat perilaku tak bermoral yang sering terjadi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan."
Di sisi lain, meskipun ada larangan, banyak pejabat Teheran memiliki akun baik Facebook maupun Twitter.
Salah satunya adalah Presiden Hassan Rowhani yang memiliki 163 ribu follower di Twitter.
Banyak warga Iran "mengakali" larangan itu dengan menggunakan proxy server agar tetap bisa mengakses jejaring sosial. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua