Hong Kong, NU Online
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong Special Administrasi Residence (SAR) menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur'an untuk para Buruh migran Indonesia (BMI) di Hongkong dan Macau. MTQ yang diikuti oleh 33 dari sekitar 200-an asosiasi BMI di Hong Kong dan Macau ini digelar di Auditorium Ramayana Kantor KJRI Hongkong.
<>
MTQ BMI ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Qur'an pada akhir pekan kemarin. Hadir sebagai penceramah pada peringatan Nuzulul Qur'an dan dewan juri MTQ antara lain adalah wakil sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) H Syaifullah Amin dan H Masruhin. Keduanya hadir atas undangan dari KJRI Hong Kong SAR.
Dalam Sambutannya, Konsuler KJRI Bambang Susanto menyatakan, peringatan Nuzulul Qu'an dan MTQ ini adalah salah satu bentuk dari sekian banyak pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh KJRI kepada para BMI di Hongkong dan Macau.
Menurut Bambang, selama ini KJRI rutin melaksanakan pembinaan dan pembekalan ketrampilan kepada buruh migran, baik berupa pembinaan ruhani maupun ketrampilan-ketrampilan ekonomi.
"KJRI bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi selalu berusaha mendatangkan tenaga-tenaga pelatih dari masing-masing daerah asal BMI untuk mendidik mereka cara menggunakan uang sebagai modal usaha sesampainya mereka kembali ke Tanah Air," tutur Bambang yang juga Ketua Musholla Nurul Falah KJRI Hong Kong ini.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan LDNU dan Dompet Du'afa aktif memberikan bimbingan ruhani kepada para BMI di Hong Kong dan Macau. Bimbingan yang dimaksudkan adalah bimbingan keagamaan dan pendampingan keruhanian.
"Kami berterima kasih kepada seluruh teman-teman BMI dan para pengurus asosiasi BMI yang berpartisipasi dalam pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur'an dan MTQ BMI ini," tandas Bambang
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua