Kunjungi PBNU, Dubes Bosnia Bahas Pereratan Kerja Sama
NU Online · Selasa, 11 Januari 2022 | 11:15 WIB
Duta Besar Bosnia & Herzegovina, Mehmed Halilović (kiri) dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Syifa Arrahmah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Duta Besar Bosnia & Herzegovina, Mehmed Halilović di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022). Kunjungan Dubes Mehmed disambut oleh Ketua Umum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Gus Yahya menuturkan kunjungan Mehmed ke PBNU guna mempererat hubungan Indonesia, utamanya NU dengan Bosnia-Herzegovina. Perundingan tentang kesepakatan stabilisasi dan asosiasi akan diusulkan.
"Kami berbicara tentang kebutuhan bagi Indonesia dan NU untuk mempererat hubungan dengan Bosnia dan masyarakat Muslim di sana," kata Gus Yahya.
Menurutnya, Bosnia mempunyai prinsip yang sama dengan NU dalam segi toleransi dan kemoderatan. Hal itu tampak dari sikap masyarakat Bosnia yang mampu menerima perbedaan di tengah keberagaman warga negaranya.
"Kalau kita ingin berbicara tentang tatanan yang memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan, maka yang saat ini paling kuat menyuarakan aspirasi itu antara lain adalah Bosnia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Hal itu, tambah dia, merupakan kabar baik bagi NU untuk dapat menjalin persaudaraan dengan masyarakat Bosnia. Apalagi keduanya mempunyai persamaan visi, yakni menebarkan ajaran-ajaran perdamaian.
"NU, saya rasa mempunyai kepentingan untuk bisa berhubungan, bekerja sama serta menjalin persaudaraan yang erat dan baik dengan masyarakat muslim Bosnia," imbuh Kiai kelahiran Rembang, 16 Februari 1966 itu.
Tak ketinggalan dalam kesempatan itu, Dubes Halilović menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketum PBNU periode 2021-2026.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Cholil (Gus Yahya). Saya berharap beliau senantiasa diliputi kebaikan, terlebih dalam posisinya sebagai Ketum PBNU saat ini," kata Halilović.
Halilović juga menuturkan bahwa dirinya merasa tersanjung karena telah diterima dan mendapat kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan NU. "Saya berterima kasih karena dapat menjalin kerja sama dengan NU. Saya mempunyai banyak cerita di sini, khususnya soal jalinan persaudaraan antara NU yang juga sebelumnya sudah melakukan kerja sama dengan Bosnia," tuturnya.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua