NATO Akhiri 13 Tahun Perang di Afganistan
NU Online · Senin, 29 Desember 2014 | 04:08 WIB
Kabul, NU Online
NATO pada Ahad secara resmi mengakhiri 13 tahun perang di Afghanistan. Pengakhiran misi tempur itu ditandai dengan upacara kecil yang dilangsungkan di Kabul.<>
Upacara dilakukan secara rahasia karena adanya ancaman serangan-serangan oleh Taliban di ibu kota negara Afghanistan itu.
Kabul telah berkali-kali dihantam dengan pemboman bunuh diri serta serangan-serangan bersenjata dalam beberapa tahun terakhir ini.
"Bersama-sama... kita telah mengangkat rakyat Afghanistan dari kegelapan dan keputusasaan serta memberi mereka harapan untuk masa depan," kata komandan NATO, Jenderal AS John Campbell di depan para tentara yang berkumpul.
Pada 1 Januari, misi tempur Pasukan Pembantu Keamanan Internasional (ISAF), yang telah kehilangan 3.485 tentaranya sejak 2001, akan digantikan dengan misi "pelatihan dan bantuan" NATO.
Pasukan asing dengan beranggotakan sekitar 12.500 personel yang tetap tinggal di Afghanistan tidak akan dilibatkan dalam pertempuran langsung, namun akan membantu tentara dan polisi Afghanistan dalam peperangan melawan Taliban, kelompok gerilyawan yang berkuasa pada 1996 hingga 2001.
Jumlah pasukan yang bergabung dengan persekutuan militer NATO mencapai puncaknya pada 2011, yaitu ketika pasukan sekutu berkekuatan 130.000 tentara dari 50 negara.
"Saya berharap kalian bangga telah memberikan dampak positif dan akan terus melakukannya terhadap rakyat Afghanistan," kata Campbell dalam pidato yang dikeluarkan oleh ISAF melalui Twitter --karena penyiaran langsung dilarang atas alasan keamanan.
Campbell melipat bendera ISAF dan membentangkan bendera untuk misi baru, yang dinamakan Bantuan Tegas.
Polisi dan tentara Afghanistan yang tewas mencapai lebih dari 4.600 personel dalam 10 bulan pertama 2014. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah keseluruhan tentara ISAF yang tewas sejak 2001. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua