NATO: Serangan Paris Bukan Perang Antara Islam dan Barat
NU Online · Ahad, 15 November 2015 | 19:00 WIB
Brussel, NU Online
Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan, Sabtu, serangan maut di Paris bukan perang antara Islam dan dunia Barat.
<>
Dalam wawancara singkat melalui telepon dengan AFP, Stoltenberg mengatakan serangan-serangan itu hanya akan memperkuat kesungguhan para pendukung demokrasi, yang akhirnya akan memenangi peperangan karena mereka memiliki "nilai-nilai lebih unggul."
Para pejihad Negara Islam (IS) pada Sabtu menyatakan bertanggung jawab atas rangkaian serangan yang terkoodinasi dan dilancarkan oleh para pria bersenjata dan pengebom bunuh diri di Paris, yang menewaskan hampir 130 orang di gedung konser, restoran-restoran dan stadion nasional.
"Hal penting saat ini adalah menggarisbawahi betapa kita mengutuk kekejaman dan serangan yang dilakukan terhadap orang-orang tak berdosa itu di Paris tadi malam," kata Stoltenberg.
"Semua sekutu NATO bersatu dalam memerangi terorisme serta bersatu dalam solidaritas bagi Prancis," ujarnya.
"Kita akan terus waspada, bertekad kuat serta bersatu dalam membela demokrasi dan masyarakat terbuka kita," ujarnya.
Upaya memerangi garis keras akan menggunakan intelijen, militer dan polisi serta dorongan ideologis untuk membuka masyarakat yang berdasar pada kepercayaan, tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa kaum Muslim saat ini memimpin perang terhadap kelompok Negara Islam, yang juga disebut dengan ISIL, di Timur Tengah serta Afrika utara karena mereka juga menjadi korban.
"Jadi, ini bukan perang antara dunia Islam dan dunia barat. Ini adalah perang antara pegaris keras, penjahat dan orang-orang yang meyakini nilai dasar kebebasan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia," katanya. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
4
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua