Otoritas China Paksa Imam Masjid Menari di Jalanan
NU Online · Selasa, 10 Februari 2015 | 19:20 WIB
Jakarta, NU Online
Otoritas China telah memaksa para imam dari distrik mayoritas Muslim Xinjiang menari di jalanan, dan bersumpah bahwa mereka tidak akan mengajarkan agama kepada anak-anak juga mengatakan kepada mereka doa yang berbahaya bagi jiwa.
<>
Seperti dilaporkan oleh World Bulletin, Senin, 9 Februari imam Muslim dipaksa untuk mengucapkan slogan bahwa "Pendapatan kami berasal dari Partai Komunis China, tidak dari Allah".
Para imam berkumpul di sebuah lapangan atas nama peradaban di mana mereka dipaksa untuk menari dan menyanyikan slogan untuk mendukung negara.
Slogan-slogan termasuk pernyataan memuliakan negara atas agama seperti 'perdamaian negara memberikan ketenangan bagi jiwa'.
Mereka juga memberikan pidato yang mengajak pemuda menjauh dari masjid, dan bahwa doa itu berbahaya bagi kesehatan mereka, mendorong mereka untuk menari sebagai gantinya.
Guru perempuan diperintahkan untuk mengajarkan anak-anak untuk menjauh dari pendidikan agama dan bersumpah bahwa mereka akan menjaga anak-anak jauh dari agama.
Muslim Uighur adalah kelompok minoritas berbahasa Turki dengan populasi delapan juta yang hidup di wilayah Xinjiang barat laut.
Wilayah ini telah memiliki otonomi sejak tahun 1955 namun terus menjadi subyek tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Cina.
Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang China melakukan represi agama terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama terorisme.
November lalu, Xinjiang melarang aktifitas agama di gedung-gedung pemerintahan, serta mengenakan pakaian atau logo yang berhubungan dengan agama.
Sebelumnya pada Juli, Cina melarang mahasiswa dan staf pemerintah dari menjalani puasa Ramadhan, sebagian pejabat mencoba untuk mendorong penduduk setempat di Xinjiang tidak memakai jilbab. (onislam.net/mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua