Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain
NU Online · Jumat, 16 Januari 2015 | 14:25 WIB
Jakarta, NU Online
Paus Francis membahas insiden berdarah di kantor koran "Charlie Hebdo" dengan menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun boleh menghina keyakinan orang lain, dengan kata lain kebebasan berbicara bukan berarti sama sekali tidak terbatas.
<>
Paus berbicara membahas kontroversi "Charlie Hebdo" kepada jurnalis yang berada di dalam penerbangan bersamanya meninggakan Sri Lanka menuju Filipina.Â
Menurut Paus, sebagaimana diwartakan Time, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi adalah hak-hak manusia yang sangat fundamental tapi semua itu bukan berarti bebas tanpa batas sama sekali.
Dengan bahasa Italia, ia menjelaskan, "Ada batasnya. Setiap agama mempunyai martabat. Saya tidak bisa mengejek agama yang menghormati kehidupan manusia dan keberadaan manusia."
Ia merinci dengan contoh keseharian, "Bila ada kawan yang berkata-kata buruk tentang ibu saya, pasti saya tinju hidungnya."Â
"Kita tidak boleh memprovokasi, kita tidak boleh menghina keimanan orang lain, kita tidak boleh bercanda soal iman," ujarnya.
Charlie Hebdo menjual kartun yang beberapa kali menggambarkan Nabi Muhammad dengan nada ejekan. Dalam keimanan Islam, sebagai wujud meyakini Tuhan sebagai satu-satunya yang layak disembah, sosok Nabi tidak boleh digambar. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua