Presiden Iran Ajak Ulama Akrab Internet
NU Online · Selasa, 2 September 2014 | 18:14 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyerukan kaum ulama Iran untuk lebih toleran terhadap internet dan perkembangan teknologi baru.Dalam pidato yang disiarkan televisi Iran, Presiden Rouhani menegaskan sangatlah penting bahwa generasi muda memiliki akses terhadap internet.
<>
Presiden yang terpilih dalam Pemilu 2013, menyatakan tekad untuk memperluas kebebasan media, namun mendapat penentangan kuat, sebagaimana dilansir oleh BBC Indonesia.
Pekan lalu, ulama terkenal Ayatollah Makarem Shirazi mengatakan bahwa mobile internet merupakan hal yang 'amoral dan melawan hukum'.
Para ulama konservatif menentang layanan internet broadband bergerak, yang mereka nilai memungkinkan gambar-gambar amoral bisa disebarluaskan dengan bebas dan mudah.
Dalam beberapa pekan terakhir pemerintah telah memberikan izin 3G pada tiga perusahaan, namun menurut para ahli jumlah orang Iran yang memanfaatkan layanan itu masih rendah.
Namun dalam pidato Senin 1 September, Presiden Rouhani menandaskan bahwa internet sangat penting untuk berhubungan dengan dunia sains.
Presiden Rouhani ingin membuka kebebasan"Kita tak bisa menutup gerbang dunia kepada generasi muda kita."
"Kalau kita tak bergerak menuju teknologi baru hari ini dan melawannya, kita akan harus melakukannya besok. Kalau tidak juga kita harus melakukannya lusa," tambahnya.
Tahun 2009, pemerintah Iran di bawah Mahmud Ahmadinejad memberangus kebebasan media dan akses internet menyusul gelombang protes terhadap pemerintah.
Saat itu pemerintah Ahmadinejad membungkam sejumlah situs online internasional seperti Facebook, Twitter, Youtube. (mukafi niam) Foto: networkequipment.org
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua