Sejumlah Kiai Dapat Hadiah Surban dari Sayyid Ahmad bin Muhammad Alwi Al-Maliki
NU Online · Kamis, 14 Juli 2022 | 12:09 WIB
Para kiai mendapatkan ijazah penggunaan surban di kepala. Sayyid Ahmad secara langsung menyematkannya kepada para kiai. (Foto: FB Abdul Moqsith Ghazali)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Sejumlah kiai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sowan ke Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi al-Maliki, salah satu ulama Sunni yang menjadi rujukan dunia saat ini, di kediamannya di Rusaifah, Makkah, Arab Saudi pada Rabu (13/7/2022). Ia merupakan putra dari Sayyid Muhammad al-Maliki yang banyak karyanya dipelajari di pesantren di Indonesia.
Para kiai yang hadir antara lain Rais Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali dan KH Nurul Yaqin Ishaq, Ketua PBNU KH Abdul Hakim Machfudz dan H Aizuddin Abdurrahman, serta Ketua Lakpesdam PBNU H Ulil Abshar Abdalla. Rombongan ini dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo KHR Azaim Ibrahimy.
Pada kesempatan tersebut, para kiai mendapatkan ijazah penggunaan surban di kepala. Sayyid Ahmad secara langsung menyematkannya kepada para kiai. Hal ini diceritakan oleh Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali melalui status di Facebook pribadinya.
“Saya bersama para kiai lain mendapat ijazah 'imamah dari Abuya Sayyid Ahmad ibn Muhammad Alawi Almaliki Almakki. Abuya menghadiahkan surban ke semua kiai dan menyematkannya ke masing-masing,” tulisnya.
Masing-masing diberikan ijazah penggunaan surban dengan gaya yang berbeda. “Menarik, model bersurbannya berbeda-beda. Beliau yang menentukan siapa bersurban dengan model apa. Model bersurban pun beragam, apalagi pikiran,” tulis kiai yang juga dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Kiai Moqsith sendiri sebenarnya merasa sungkan untuk bersurban karena malu kepada diri sendiri. Pasalnya, sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Prof Quraish Shihab, KH Sahal Mahfudz, dan KH Ali Yafie tampak kerap tidak bersurban.
“Saya termasuk jarang pakai surban. Agak risih dan malu pada diri sendiri. Makin malu karena tokoh sebesar Gus Dur, Prof Quraish Shihab, Kiai Sahal Mahfud, Kiai Ali Yafi, tidak bersurban,” ujarnya.
Hal serupa juga diceritakan Gus Ulil. Penyematan surban tersebut, baginya, merupakan sebuah keberkahan.
“Sebelum pamit, semua rombongan diberi kehormatan sebuah sorban yang langsung dipasangkan oleh Sayyid Ahmad ke kepala kami masing-masing. Sehuah keberkahan,” tulis Pengampu Ngaji Ihya daring itu melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (14/7/2022).
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua