Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani Gugur akibat Serangan Israel-AS
NU Online · Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani gugur akibat serangan Israel-Amerika Serikat pada Selasa (17/3/2026). Ia syahid bersama sejumlah pengawal dan anaknya, Morteza Larijani pada waktu sahur.
"Ruh-ruh suci para syuhada menyambut ruh yang murni dari hamba saleh Allah, syahid Dr. Ali Larijani," demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi terkait gugurnya Ali Larijani, sebagaimana dikutip dari Tasnim News pada Rabu (18/3/2026).
"Pada akhirnya, pada waktu sahur di bulan suci Ramadan, bersama putranya yang beriman, Morteza, serta Wakil Keamanan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Alireza Bayat, dan sejumlah pengawal setia, beliau mencapai derajat tinggi kesyahidan," lanjut pengumuman itu.
Larijani dimakamkan pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.30 waktu setempat bersamaan dengan pemakaman putra dan para pengawalnya, Brigjend Gholamreza Soleimani, serta para syuhada awak kapal perusak Dena.
"Prosesi pemakaman akan dimulai pukul 13:30 hari ini, Rabu, 27 Esfand, dari Lapangan Enghelab, Teheran, menuju Mi‘raj al-Syuhada," demikian pengumuman yang dilansir dari Tasnim News.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim Ali Larijani gugur dalam serangan malam Israel-Amerika Serikat pada Selasa (17/3/2026) dinihari.
Sebagaimana diketahui, dilansir Al Jazeera, Ali Larijani merupakan salah satu tokoh penting bagi Iran. Ia lahir di Najaf, Irak 67 tahun yang lalu. Ayahnya merupakan ulama penting, Mirza Hashem Amoli. Sementara ayah mertuanya juga sosok yang tak kalah penting, Morteza Motahhari.
Selain politisi, Larijani merupakan sosok akademisi filsafat dan menulis buku mengenai Immanuel Kant, filosof Jerman. Studi master dan doktornya diraih di Universitas Teheran dalam bidang Filsafat Barat. Sementara sarjananya diraih dari Sharif University of Technology dalam bidang Matematika dan Ilmu Komputer.
Sebelum terjun di dunia politik, ia juga sempat terlibat dalam angkatan bersenjata sebagai pasukan di IRGC pada awal 1980-an. Kemudian, ia ditunjuk sebagai Menteri Kebudayaan di bawah Presiden Rafsanjani dan Kepala Kantor Berita Iran.
Ia juga pernah menjadi anggota parlemen. Lalu masuk sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Nasional Tertinggi sekaligus Pemimpin Negosiator Nuklir.
Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi kalah dari Ahmadinejad. Beberapa tahun berikutnya pada tahun 2021 dan 2024, ia sempat mencalonkan lagi, tetapi didiskualifikasi.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua