Innalillahi, Rais Syuriyah PCNU Pangandaran KH Muhsin Aziz Wafat
NU Online · Ahad, 19 Oktober 2025 | 07:17 WIB
Pangandaran, NU Online Jabar
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pangandaran sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syujaa'iyah KH Muhsin Aziz meninggal dunia. Almarhum meninggal sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis, (16/10) di kediamannya.
Ketua PCNU Kabupaten Pangandaran, KH Raden Hilal Farid Turmudzi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya almarhum KH Muhsin Aziz. Dalam pernyataannya, Kiai Hilal menyebut bahwa almarhum KH Muchsin Aziz bukan hanya seorang ulama, tetapi juga guru sekaligus panutan bagi seluruh jajaran pengurus NU di Pangandaran.
“Atas nama pribadi dan juga selaku Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Pangandaran, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat kehilangan sosok guru, panutan, dan pembimbing yang selama ini selalu memberikan contoh dan dorongan kepada kami di jajaran tanfidziyah,” ujar Kiai Hilal, Kamis (16/10/2025).
Kiai Hilal mengungkapkan bahwa, almarhum dikenal sebagai figur ulama yang tulus berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama. Setiap gerak dan ucapannya selalu mencerminkan ke-NU-an yang kuat serta keteladanan dalam menjaga marwah organisasi dan jamaah.
“Beliau selalu menekankan bahwa berkhidmat di Nahdlatul Ulama semata-mata karena Allah SWT, semata-mata untuk mencari rida-Nya. Itu sering beliau sampaikan di berbagai kesempatan, baik dalam acara formal maupun nonformal,” lanjutnya.
Kiai Hilal menambahkan, meskipun KH Muhsin Aziz telah berpulang, semangat perjuangan dan amanah yang ditinggalkan harus terus dilanjutkan oleh seluruh kader dan pengurus NU.
“Walaupun beliau telah meninggalkan kita, amanah-amanah beliau harus kita teruskan: mencintai NU dengan sepenuh hati, berkhidmat dengan ikhlas, dan menjaga keutuhan jam’iyyah. Kami bersaksi bahwa beliau adalah khadimul NU sejati, yang hidupnya diabdikan untuk Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pangandaran,” ungkapnya penuh haru.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua