KH Ubaidullah Shodaqoh Dorong Penguatan Pertanian di NU
NU Online · Senin, 10 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Semarang, NU Online Jateng
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mendorong sektor pertanian menjadi salah satu prioritas dalam peta jalan pembangunan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, penguatan pertanian merupakan bagian penting dari khidmah NU kepada warga Nahdliyin yang banyak menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.
Hal itu disampaikan dalam Muktamar Petani Nahdliyyin yang digelar sebagai ruang konsolidasi dan penyampaian aspirasi para petani warga NU di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut mempertemukan petani, khususnya pegiat pertanian organik, dengan pengurus NU dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Pesantren Al-Itqon, Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/8/2026).
"Selama ini warga Nahdliyin yang notabene petani—dalam tanda kutip ada yang buruh, ada yang memang petani gurem—itu harus dikoordinir dengan yang bagus,” tuturnya.
Kiai Ubaid, sapaan akrabnya, menjelaskan, keberadaan LPPNU tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga bagaimana menjaga kultur pertanian sekaligus membangun pola pertanian yang ramah lingkungan.
“LPPNU itu kan Lembaga Pengembangan Pertanian NU. Kultur itu ya kebudayaan. Agrikultur itu ya bagaimana merawat kebudayaan, dalam hal ini dalam budaya pertanian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa NU perlu hadir untuk memperkuat posisi petani agar mampu menentukan arah pengelolaan pangan dan hasil pertaniannya secara mandiri.
“Sebab Jam’iyyah Nahdlatul Ulama itu khidmah kepada umat itu ya kalau mayoritas umatnya itu petani, ya petani harus dijadikan prioritas gitu. Prioritas diurusin,” katanya.
Menurutnya, penguatan tersebut penting agar petani Nahdliyin tidak terus bergantung pada kekuatan di luar jam’iyyah.
“Kita harus kuat sendiri, harus berdaulat sendiri, menentukan makan sendiri, menjual sendiri, mana yang perlu dijual dan makan mana yang artinya makanan yang organik ini adalah makanan yang sangat sehat sekali,” jelasnya.
Pengasuh Pesantren Al-Itqon tersebut juga menyampaikan bahwa salah satu tujuan forum Muktamar Petani Nahdliyyin adalah menghimpun aspirasi para petani untuk dibawa ke Muktamar NU mendatang.
Ia menyebut sejumlah wilayah di Jawa Tengah memiliki basis pertanian yang kuat, di antaranya Blora, Klaten, Sragen, Cilacap, dan Kabupaten Semarang. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan melalui kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
“Jadi memang kita memerlukan perjuangan yang tidak sebentar, tapi harus istikamah terus, kontinuitas, sustainability itu harus kita jaga,” ujarnya.
Mbah Ubaid juga menekankan pentingnya membangun kesadaran dan karakter petani. Ia menyebutnya sebagai “ideologi tani”, yakni cara pandang yang menempatkan petani tidak sekadar sebagai penghasil produk, tetapi juga sebagai penjaga lingkungan.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua