Sambut Hari Santri 2026, RMINU Jateng dan Kemenag Siapkan Pernikahan Massal 500 Santri
NU Online · Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Semarang, NU Online
Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah menyiapkan program pernikahan massal bertajuk Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10/2026) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, tersebut tidak hanya ditujukan untuk memfasilitasi pernikahan keluarga besar pesantren, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai tata cara pernikahan sesuai ketentuan agama.
Persiapan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Finalisasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kepala Bagian Tata Usaha Hidayat Maskur menegaskan bahwa program pernikahan massal tersebut tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial.
Menurutnya, kegiatan itu harus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses pernikahan yang benar, mulai dari pelaksanaan akad nikah hingga penerapan adat dan ketentuan syariat Islam.
“Bimas Islam Mantu ini bukan sekadar ritual pernikahan biasa yang bisa kita saksikan setiap tahunnya. Namun, harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, mulai dari proses akad hingga ajaran-ajaran yang menyertainya harus benar,” ujarnya diberitakan NU Online Jateng.
Hidayat menjelaskan, edukasi pernikahan diperlukan agar masyarakat memahami bahwa membangun rumah tangga bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan akad, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
“Kami berharap masyarakat bisa mengetahui bagaimana proses pernikahan yang benar. Terutama terkait adat dan syariah yang diterapkan. Harus ada edukasi kepada masyarakat tentang pernikahan yang benar dan utuh, sehingga banyak ilmu yang bisa diberikan,” lanjutnya.
Ia berharap kerja sama antara Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Bimas Islam, dan RMINU Jawa Tengah dapat menyukseskan program tersebut.
Menurut Hidayat, kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena digagas sebagai program yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.
“Semoga kita bisa mewujudkan apa yang telah digagas bersama RMI dengan Bimas Islam ini. Karena ini baru pertama di Indonesia, mudah-mudahan menjadi tinggalan atau kenangan tersendiri,” ungkapnya.
Berawal dari Program Sambang Pesantren
Sementara itu, Ketua RMINU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlullah Turmudzi menjelaskan bahwa gagasan pernikahan massal tersebut merupakan bagian dari pengembangan program Sambang Pesantren yang rutin dilaksanakan setiap bulan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Ia mengungkapkan, program tersebut awalnya direncanakan untuk memfasilitasi pernikahan sekitar 50 hingga 100 pasangan dari lingkungan pesantren.
Namun, setelah melalui pembahasan dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, cakupan kegiatan kemudian diperluas dengan target 500 santri.
“Awalnya kami hanya membuka kuota 50 dan 100. Pak Dirjen Bimas Islam menyampaikan bahwa jumlah tersebut terlalu sedikit,” ujarnya.
KH Ahmad Fadlullah menjelaskan, sasaran awal program tersebut adalah para guru di lingkungan pesantren dan keluarga besar pesantren yang telah memiliki kesiapan untuk menikah.
Melalui kegiatan ini, RMINU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama berupaya memberikan kemudahan sekaligus pendampingan kepada calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama kabupaten dan kota yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan program tersebut.
Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar seluruh tahapan persiapan, pelaksanaan akad nikah, dan rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Digelar di Masjid Agung Jawa Tengah
Program Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri dijadwalkan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, pada Rabu (21/10/2026), sehari sebelum peringatan Hari Santri Nasional.
Rapat koordinasi persiapan kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ketua RMINU Jawa Tengah, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta pengelola Masjid Agung Jawa Tengah.
Turut hadir kepala kantor Kementerian Agama dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Semarang Raya, serta perwakilan sejumlah instansi pemerintah Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, RMINU Jawa Tengah dan Kementerian Agama berharap peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi momentum kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi keluarga besar pesantren.
Selain membantu memfasilitasi pernikahan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga berdasarkan nilai-nilai agama, kesiapan, dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga.
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
4
Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing untuk Penanganan Karhutla
5
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
6
TGH Turmudzi Badaruddin: NU dan PBNU Saklawase
Terkini
Lihat Semua