Kenali Manfaat dan Khasiat Kurma dan Alpukat untuk Berbuka Berpuasa
NU Online · Ahad, 22 Februari 2026 | 14:30 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Jakarta, NU Online
Berbuka puasa kerap diawali dengan gorengan atau makanan berat. Padahal, mengonsumsi buah seperti kurma dan alpukat dapat membantu memulihkan energi secara lebih optimal setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI) sekaligus Kaprodi Gizi Universitas Sahid, Khoirul Anwar, menjelaskan bahwa kurma (Phoenix dactylifera) kaya serat, kalium, magnesium, vitamin B kompleks, serta senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
“Kurma membantu menjaga fungsi pencernaan, keseimbangan elektrolit, serta melindungi tubuh dari stres oksidatif selama puasa,” ujarnya kepada NU Online, Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, alpukat (Persea americana) mengandung serat tinggi, folat, vitamin E dan K, kalium, serta fitosterol dan karotenoid seperti lutein yang mendukung kesehatan jantung, sistem imun, dan regulasi inflamasi.
Menurutnya, kedua buah tersebut memiliki karakteristik berbeda. Kurma didominasi karbohidrat sederhana berupa glukosa dan fruktosa yang cepat diserap, sehingga efektif memulihkan energi segera setelah berbuka. Sebaliknya, alpukat kaya lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids) yang dicerna lebih lambat dan menyediakan energi lebih stabil dalam jangka panjang.
“Kurma efektif untuk pemulihan energi cepat, sedangkan alpukat membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lapar muncul terlalu cepat,” jelasnya.
Khoirul menambahkan, kandungan gula alami kurma membantu meningkatkan kadar glukosa darah yang menurun selama puasa dan mendukung fungsi otak. Teksturnya yang lunak juga ramah bagi lambung yang kosong seharian. Kalium dalam kurma turut membantu mencegah gangguan elektrolit akibat dehidrasi ringan.
Di sisi lain, lemak tak jenuh alpukat berperan sebagai sumber energi jangka panjang sekaligus membantu penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K). Kombinasi kurma dan alpukat dinilai dapat memadukan sumber energi cepat dan lambat, sehingga menjaga kestabilan gula darah serta rasa kenyang lebih lama.
Namun, ia mengingatkan agar konsumsi tetap seimbang. Mengonsumsi alpukat berlebihan saat sahur tanpa diimbangi karbohidrat kompleks dan protein dapat memicu gangguan pencernaan serta kehilangan cairan lebih cepat.
“Prinsip moderasi dan keseimbangan tetap menjadi kunci, dengan porsi disesuaikan kebutuhan energi individu,” tegasnya.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua